Sementara itu, menurut Jhon, keberadaan tumbuhan yang hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi ini semakin terancam oleh perdagangan liar.
"Mereka bertransaksi secara online, dan memanfaatkan sosial media untuk bertransaksi. Kami (KTKI) tidak tahu bagaimana prosedurnya untuk melaporkan kegiatan ini, itu masalahnya," ujar dia.
Ia mengatakan, perburuan kantung semar semakin menjadi, karena masyarakat tahu nilai jual tumbuhan ini yang tinggi. Ancaman terhadap Nepenthes di alam semakin besar, masyarakat mengambil tanpa mengetahui merawat tumbuhan tersebut.
Sedangkan menurut Muhammad Mansur, Nepenthes yang memiliki akar serabut sangat sensitif jika dicabut begitu saja dari tempat hidupnya. "Dalam waktu satu minggu biasanya mati jika tidak tahu merawatnya. Yang beli kantung semar rugi, alam juga rugi karena tumbuhan ini lama tumbuh".
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembeli-pembeli kantung semar lebih banyak dari dalam negeri, karena mereka yang di luar negeri biasanya akan menolak jika bukan hasil budidaya.
"Mereka tahu kalau yang berasal dari alam akan lebih cepat mati jika dicabut. Mereka beli biasanya yang hasil budidaya, karena lebih kuat," ujar dia.
Sejauh ini, menurut dia, ancaman terhadap kantung semar lebih besar dari perdagangan liar dibading pembalakan atau kebakaran hutan.
Karena itu pula Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuka Rumah Nepenthes sebagai salah satu upaya menyelamatkan tumbuhan kantung ini.
Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas Agus Suhatman mengatakan sudah ada 55 spesies dan 48 hibrida Nepenthes yang ada di Rumah Kantung Semar di Kebun Raya Cibodas.
Banyak dari Nepenthes di tempat tersebut merupakan sumbangan dari anggota Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI). Beberapa diantaranya berasal dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan India.
Upaya membangun Rumah Kantung Semar ini, menurut dia, telah diupayakan sejak lima tahun lalu bersama dengan Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia.
Dengan adanya Rumah Nepenthes penelitian dan pengembangan untuk tujuan budidaya akan semakin digiatkan. Langkah konservasi dengan melibatkan masyarakat seperti yang telah dilakukan bersama Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia diharapkan dapat semakin diperluas. (Antara)
Berita Terkait
-
Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,
-
Berangkat Pagi Ini, Berikut daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Rekor 14 Tahun Terancam Buyar, Mental Jadi Titik Lemah Vietnam Jelang Duel vs Timnas Indonesia
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Sederet Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Mundur Usai 8 Tahun Menjabat Gubernur BI
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil
-
Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras
-
Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara