Suara.com - Puluhan orang tua siswa korban Feri Sewol yang tenggelam menuntut untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye. Mereka menuntut penjelasan mengenai dugaan keterlambatan operasi penyelamatan anak-anak mereka.
Para orang tua siswa itu bahkan rela berkemah di dekat kantor kepresidenan di Seoul pada hari Jumat (9/5/2014). Beberapa membawa foto anak-anak mereka yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Hanya berkerudung selimut, mereka mengabaikan dinginnya udara malam. Aksi mereka dijaga ketat sejumlah aparat kepolisian.
"Kami menuntut bertemu dengan presiden untuk menyampaikan tuntutan kami," kata juru bicara pihak keluarga korban, Kim Byeong-Kwon.
Keluarga para korban memprotes pemerintah yang diduga lamban melakukan upaya penyelamatan awal. Mereka menuntut agar mereka yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut segera dihukum.
Para keluarga juga menuntut agar pencarian 30 penumpang yang masih hilang untuk dipercepat. Beberapa perwakilan keluarga akhirnya diperbolehkan masuk kantor kepresidenan untuk bertemu dengan salah satu penasehat politik presiden Korea Selatan. (Asia One)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme