Suara.com - Puluhan orang tua siswa korban Feri Sewol yang tenggelam menuntut untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye. Mereka menuntut penjelasan mengenai dugaan keterlambatan operasi penyelamatan anak-anak mereka.
Para orang tua siswa itu bahkan rela berkemah di dekat kantor kepresidenan di Seoul pada hari Jumat (9/5/2014). Beberapa membawa foto anak-anak mereka yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Hanya berkerudung selimut, mereka mengabaikan dinginnya udara malam. Aksi mereka dijaga ketat sejumlah aparat kepolisian.
"Kami menuntut bertemu dengan presiden untuk menyampaikan tuntutan kami," kata juru bicara pihak keluarga korban, Kim Byeong-Kwon.
Keluarga para korban memprotes pemerintah yang diduga lamban melakukan upaya penyelamatan awal. Mereka menuntut agar mereka yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut segera dihukum.
Para keluarga juga menuntut agar pencarian 30 penumpang yang masih hilang untuk dipercepat. Beberapa perwakilan keluarga akhirnya diperbolehkan masuk kantor kepresidenan untuk bertemu dengan salah satu penasehat politik presiden Korea Selatan. (Asia One)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana