Suara.com - Dino Patti Djalal, salah satu peserta konvensi calon presiden yang diselenggarakan Partai Demokrat, menyatakan apapun hasil konvensi yang akan diumumkan hari ini, Kamis (15/5/2014), akan ia hormati dan syukuri.
"Apapun hasil konvensi Partai Demokrat, saya selamanya bersyukur dapat kesempatan langka untuk bicara dengan rakyat Indonesia, tantangan-tantangan dan masa depan bangsa," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu melalui akun Twitter, ?@dinopattidjalal.
Mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk urusan luar negeri itu mengatakan selama empat bulan terakhir, ia berkeliling daerah di Indonesia. Ia mendapatkan banyak sekali pengalaman yang tidak ia dapatkan selama duduk di struktur pemerintah.
"Jujurnya, dalam empat bulan terakhir berkeliling Indonesia, saya belajar lebih banyak terhadap masalah-masalah bangsa ketimbang 27 tahun sebagai abdi negara," katanya.
Putra mantan diplomat Hasyim Djalal ini menyatakan keyakinannya dalam Pemilu 2014, kepemimpinan nasional akan menjadi faktor kunci penentu nasib bangsa ke depan, yakni apakah terus maju, mandeg atau malah mundur lagi.
"Apapun hasil Konvensi Partai Demokrat, saya haturkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang luangkan waktu dengar visi, ide dan solusi-solusi saya untuk NKRI abad-21," kata Dino.
Konvensi capres Demokrat diikuti oleh 11 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Sinyo Harry Sarundajang.
Di tengah proses konvensi, muncul wacana dari beberapa kalangan diinternal Partai Demokrat. Mereka mewacanakan untuk mengusung capres dari luar konvensi. Di antara nama yang diwacanakan adalah Sri Sultan Hamengkubowono X. Sedangkan cawapres-nya diambil dari hasil konvensi.
Wacana mengusung Raja Jawa muncul, antara lain karena berdasarkan survei terakhir terhadap 11 peserta konvensi capres, tingkat elektabilitas mereka masih rendah atau kalah jauh bila dibandingkan elektabilitas yang dimiliki capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). Untuk menyiasatinya, beberapa petinggi Demokrat kemudian menggagas untuk meminang Sultan karena tingkat elektabilitasnya, terutama di Pulau Jawa, sangat tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari
-
DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior
-
Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI
-
Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang
-
Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute
-
Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah
-
Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
-
Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'