Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar kembali dihadirkan dalam pemeriksaan lanjutan sebagai terdakwa yang sempat tertunda dari hari Senin(1/6/2014) kemarin.
Akil dihadirkan terkait klarifikasi harta kekayaan yang dimilikinya. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan jaksa, ditemukan bahwa terdapat perbedaan harga tanah pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dibeli oleh Akil pada tahun 2005.
"Pada LHKPN harga tanah tersebut 5 juta rupiah, kenapa? Padahal menurut saudara 30-40
juta," tanya jaksa di Pengadilan Tipikor, Kamis (5/6/2014).
Menjawab pertanyaan JPU, Akil mengatakan bahwa harga riilnya 30-40 juta, tetapi dirinya tidak tahu, mengapa hanya 5 juta.
Akil sempat berkilah dari pertanyaan JPU dengan menjawab dengan harga jual, padahal yang ditanyakan harga pembeliannya.
"Harga riilnya 30-40 juta, saya tidak tahu persis, karena bisa saja berbeda waktu harga jualnya. Saya tidak tahu," tegas Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.
Akil Mochtar didakwa menerima suap hingga Rp57,78 miliar plus 500 ribu dolar AS terkait pengurusan 15 sengketa pilkada di MK. Dia juga didakwa dengan pasal pencucian uang.
Bersama sejumlah pihak, Akil diduga menyamarkan harta yang jumlahnya bila ditotal lebih dari Rp161 miliar. Uang yang diduga dicuci ini disebar melalui berbagai pihak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara