Suara.com - Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan telah melakukan investigasi untuk kasus pemberitaan Tabloid "Obor Rakyat" guna menindaklanjuti adanya pemberitaan kampanye hitam terhadap calon presiden (capres) nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi).
Investigasi Dewan Pers menelisik adanya pelanggaran etika jurnalistik oleh Tabloid ini. Di antaranya aspek perusahaan yang menerbitkan dan konten dari tabloid itu sendiri.
"Sampai saat ini kita tidak menemukan perusahaan diselenggarakan oleh badan usaha karena itu karyanya tidak di-cover oleh UU Pers yang bertalian dengan Dewan Pers," kata Bagir dalam konfrensi pers, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (16/6/2014).
Kemudian, dari aspek isi atau content, Bagir menerangkan bahwa pers harus memenuhi syarat-syarat pemberitaan jurnalisme yang benar. Ada dua hal yang dianggap tidak dilakukan oleh Obor Rakyat, yaitu subjektiftas dan menghakimi orang lain.
"Beberapa prinsip di antaranya setiap berita pers harus faktual bukan kumpulan opini apalagi pendapat subjektif yang mengarah pada fitnah, bohong dan mengandung hal-hal mengganggu ketertiban umum seperti sara. Ternyata dari bacaan kita Obor Rakyat ini syarat faktual itu tidak dipenuhi," kata Bagir.
Menurut Bagir,isi tabloid yang menghakimi objek berita, tidak sesuai dengan kenyataan dan tidak berimbang karena hanya melihat satu aspek saja dari berita sedangkan aspek lain tidak diberitakan.
"Seluruh kontennya bertentangan dengan prinsip jurnalisme," tuturnya.
Karena itu, kasus Obor Rakyat diserahkan kepada pihak kepolisian. Bagir menerangkan, sesuai nota kesepakatan yang ada, untuk pemberitaan semacam ini dan ada yang merasa nama baiknya dicemarkan, maka sepenuhnya diserahkan kepada penegak hukum.
"Kalau pun Polri minta bantuan Dewan Pers kami akan bantu selancarnya," tutur Bagir.
Berita Terkait
-
Polisi Diminta Proaktif Tindaklanjuti Kasus Tabloid Obor Rakyat
-
Ada Kepentingan Tertentu di Balik Kemeja Kotak Pemred Obor Rakyat
-
Polri: Tabloid Obor Rakyat Masuk Ranah Pidana
-
Hatta: Kebocoran Anggaran yang Disebut Prabowo Belum Terbukti
-
Tim Hukum Jokowi Laporkan Pemred Tabloid "Obor Rakyat" ke Polisi
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan
-
Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm
-
Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget