Suara.com - Gara-gara tindakannya membuang bungkusan berisi kotoran anjing ke halaman salah seorang tetangganya, seorang wali kota akhirnya harus mundur dari jabatannya. Tentu saja, hal itu setelah tindakan "kurang ajar"-nya tersebut ketahuan oleh khalayak, tepatnya melalui rekaman CCTV yang beredar luas, hingga membuat marah warga kota.
Sosok Wali Kota San Marino (California) tersebut adalah Dennis Kneier, yang resmi menyampaikan pengunduran dirinya kepada para anggota Dewan Kota, Selasa (17/6/2014) lalu. Di dalam suratnya itu, sebagaimana dikutip BoingBoing dari Los Angeles (LA) Times, Rabu (18/6) waktu setempat, Kneier menyebut bahwa tindakannya pada 7 Juni lalu itu merupakan sebuah kecerobohan yang telah menimbulkan rasa malu.
"Saya bisa memahami kenapa masalah ini membuat banyak orang mempertanyakan kemampuanku memimpin Dewan (Kota)," tulis Kneier dalam suratnya. "Saya perlu meyakinkan Anda bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," sambungnya.
"Pada saat bersamaan, kejadian ini terus menimbulkan rasa malu bagiku, juga bagi kota ini. Oleh karena itu, saya telah memutuskan untuk mundur dari jabatan Wali Kota," tegasnya.
Meski mundur dari jabatan, Kneier sendiri sebagaimana disebutkan dalam suratnya, masih akan menjadi anggota Dewan Kota. Dia memang masih memiliki masa tugas di sana sampai dengan November 2015 mendatang.
"Yakinlah bahwa cintaku terhadap Kota San Marino tidak berkurang, dan saya akan terus melakukan yang terbaik sebagai anggota Dewan Kota demi memenuhi tugas-tugas yang dibebankan padaku sejak saat dipilih, sekaligus demi memulihkan kepercayaan publik pada diriku," tambah Kneier.
Disebutkan oleh pihak pemerintah San Marino, Wakil Wali Kota Eugene Sun untuk sementara akan mengambil alih posisi dan tugas-tugas Kneier, hingga rapat Dewan Kota pada 27 Juni depan. Pada saat itulah, anggota Dewan Kota akan memilih Wali Kota yang baru.
"Ini telah menjadi hari-hari penuh tantangan bagi kota kita, dan kami sangat berharap bahwa dengan keputusan Kneier, serta dengan ekspresi penyesalannya secara publik maupun pribadi atas insiden itu, kita akan bisa memandang ke depan," tutur Sun pula dalam pernyataannya.
Pada pertemuan Dewan Kota San Marino, 11 Juni lalu, sekitar 100 orang warga kota tersebut turut hadir, di mana tuntutan mundurnya Kneier banyak disuarakan. Warga bahkan sudah memberi istilah untuk insiden tersebut, yakni "Poopgate". Sekadar catatan, Kepolisian San Marino sendiri telah menilang Kneier pada hari kejadian atas pelanggaran buang sampah sembarangan.
Kontroversi ini berawal ketika Philip Lao, salah seorang tetangga Kneier, menemukan bungkusan kecil berisi kotoran anjing itu di halaman depan rumahnya. Lao lalu melihat rekaman CCTV yang dimilikinya, yang segera memperlihatkan Kneier sebagai pelakunya. Video itu pun lantas diunggah Lao ke dunia maya dan segera menyebar luas.
Dalam satu kesempatan, Lao mengaku yakin kalau sang Wali Kota sengaja membuang kotoran itu ke halaman rumahnya, lantaran dia telah memasang tulisan "No Poop Zone" di sana, serta karena menentang usulan adanya Taman Khusus Anjing. Dalam pertemuan Dewan Kota pekan lalu pula, Lao menyatakan dirinya telah mengontak pengacara dan berencana menuntut pemerintah kota beserta Kneier.
Sejauh ini, setidaknya sampai Selasa (17/6) usai munculnya surat Kneier, LA Times menyebut belum bisa mendapatkan komentar dari Lao. Sementara itu Kneier dalam suratnya menyatakan bahwa dirinya telah meminta maaf kepada Lao, serta siap membayar denda atas tilang yang dikenakan kepadanya.
"(Tindakan) Itu tidak berperasaan, tidak menghargai orang lain, serta salah," tegas Kneier pula dalam suratnya. (LA Times)
Berita Terkait
-
Kramat Jati Bersolek, Pramono Anung: Pedagang Kaki Lima Resmi Direlokasi ke Dalam Pasar
-
Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Jakarta Kembali Normal Pascademo, Pramono Pastikan CFD Besok Tetap Digelar
-
Pramono Minta Polisi Tangkap Perusak CCTV Demo DPR: Tidak Ada Dukungan untuk Anarkisme!
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Harga BBM Non-Subsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Per 1 September 2026 Naik!
-
BUMDes Tumbuh, Omzet Melejit dari Rp4,6 Miliar Jadi Rp27,6 Miliar
-
3 HP Redmi dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, QRIS dan Top Up Praktis Tinggal Tap
-
Danantara: Tugas Insan BUMN Tak Cuma Bikin Perusahaan Sehat
-
6 Cara Reapply Sunscreen untuk Penderita Melasma tanpa Merusak Makeup
-
Diborgol dan Dirantai, Gadis Sumenep Jadi Korban Kebiadaban Ayah Kandung Selama 5 Tahun
-
6 Cara Reapply Sunscreen untuk Penderita Melasma tanpa Merusak Makeup
-
Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp75,57 Triliun, Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5 Persen
-
6 Rekomendasi Two Way Cake Lokal Terbaik High Coverage, Mulai Rp30 Ribuan
-
Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon Lewat Pengembangan Ekosistem Baterai