Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak awal memang memutuskan tidak menggunakan dan berhubungan dengan lembaga survei yang melakukan hitung cepat untuk memperkirakan siapa pemenang Pilpres 2014.
Komisioner Ida Budhiati menerangkan, KPU lebih mengutamakan akses informasi C1 yang dianggap lebih akurat dalam menyampaikan hasil penghitungan suara.
"Kami lebih mengedepankan akses informasi C1 sebagai alat kontrol yang bisa digunakan. Dengan cara demikian semua bisa melakukan pencermatan dan koreksi," ujar Ida di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2014).
Tak hanya itu, Ida juga menjelaskan perbedaan antara penyelenggaraan Pilpres 2014 dengan 2009.
"Secara cepat formulir C1 dalam pemilu sebelumnya dimiliki dianggap barang yang sakral yang dimiliki oleh penyelenggara dan peserta di TPS. Mereka tidak mempunyai akses C1 di pemilu sebelumnya, kali ini kami membuka akses informasi saja, tetapi setiap Warga Negara Indonesia mempunyai informasi formulir C1," Ida menjelaskan.
Ida juga menjamin atas transparansi penghitungan suara yang dilakukan di tempat terbuka, agar mudah diawasi publik serta lembagai pemantau lainnya.
"Panwas kemudian pemantau menyampaikam koreksinya di dalam forum. Kami tidak akan memulai sendiri, bagaimana KPU betul-betul yang bisa di percaya, ya lihat aja sistem yang dilakukan KPU. Sistem yang kami bangun itu bisa diukur dari aspek transparansi dan akuntabilitasnya," jelas Ida lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733