Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membantah kabar pemilihan Kepala Staf dan empat orang deputi Rumah Transisi dengan cara asal dan titipan dari partai.
Dia menegaskan, lima orang yang bertugas untuk merancang program kebijakannya saat memimpin republik ini, dipilih berdasarkan rekam jejak staf.
"Saya memilih berdasarkan rekam jejaknya dan pengalaman. Kalau untuk Bu Rini Soemarno (Kepala Staf Rumah Transisi) misalnya pengalaman di swastanya ada, di korporasi ada, di pemerintahan ada," terang Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
Rini Mariani Sumarno Soewandi adalah bekas Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Megawati Sukarnoputri.
Dia juga pernah menjadi saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi, kala menjabat sebagai anggota KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk memberikan keterangan terkait penyelidikan KPK soal SKL (Surat Keterangan Lunas) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Jokowi pun yakin dan menerangkan pilihannya kepada Rini ini bukan asal-asalan, dia mengaku kenal dan tahu rekam jejak Rini.
"Dikit-dikit diduga, diduga apa gitu lho? Kamu saya duga juga lho nanti," kata Gubernur DKI Jakarta ini.
Dia menegaskan, pemilihan staf dan deputi Rumah Transisi ini merupakan pilihan dirinya dan partai pendukungnya.
Meski melibatkan partai, Jokowi memastikan tim ini akan berkerja independen untuk sejumlah divisi, yaitu energi, pertanian, kelautan, infrastruktur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jokowi menambahkan, dirinya juga akan mengajak masyarakat untuk memberikan masukan untuk memberikan masukan.
Dia juga menolak dibilang bila Rumah Transisi tidak melibatkan partai koalisi pendukungnya.
"Ya semua diajak bicara dong. Kita ini inginnya partisipatif. Artinya, tidak hanya partai saja, masyarakat, tapi semua diajak bicara," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kejagung Tegaskan Siap Laksanakan
-
Jawaban Dasco Setelah Dengarkan Curhat Pilu Bupati Aceh Utara Ayahwa
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang