Suara.com - Inggris akan mengirim sejumlah pesawat mata-mata untuk menyalurkan bantuan bagi para pengungsi yang terjebak di pegunungan Irak, setelah sebuah pesawat pembawa bantuan membatalkan misinya karena khawatir paket-paket bantuan yang dikirim menghantam kerumunan pengungsi.
Jet-jet tempur Tornado akan diposisikan di wilayah itu untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa sampai ke sasaran dengan aman, demikian diumumkan kantor perdana menteri Inggris.
"Kami sudah memutuskan untuk menempatkan sejumlah kecil Tornado di wilayah itu sehingga, jika dibutuhkan, bisa memanfaatkan kemampuan mata-matanya yang mumpuni untuk menciptakan situasi aman bagi upaya-upaya kemanusiaan," bunyi pernyataan itu.
Pasukan Daulah Islamiyah, yang sebelumnya dikenal dengan nama Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS), telah memerangkap ribuan warga berkeyakinan Yazidi di Irak ke pegunungan Sinjar.
Sebelumnya, pasa Senin pagi, juru bicara kantor perdana menteri Inggris, mengatakan upaya mengirim bantuan kemanusiaan ke para pengungsi harus dibatalkan di menit-menit terakhir.
"Terlalu banyak orang yang berlari menuju pesawat sehingga kami tidak bisa menurunkan bantuan karena khawatir akan menyebabkan jatuhnya korban jiwa," jelas juru bicara itu.
Inggris sejauh ini sudah mengirimkan bantuan berupa alat penyaring air minum dan lampu bertenaga matahari yang juga bisa berfungsi sebagai pengisi ulang baterai telepon seluler. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Diduga Cabuli Gadis yang Sedang Pingsan, Guru Besar UIN Palopo Resmi Dinonaktifkan dan 5 Faktanya
-
Ratusan Ribu Pil 'Setan' Disita di Jakbar, Polisi: Pemicu Tawuran dan Kenakalan Remaja
-
Presiden Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat Program Prioritas di Rakornas Pusat - Daerah 2026
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Sultan Kemnaker Bantu Carikan LC
-
Misteri Partai 'K' di Pusaran Korupsi Kemenaker, Noel Ngaku 'Dibungkam' Sosok Penting
-
Pengacara Ungkap Bukti Aliran Uang terkait Pengurusan Sertifikasi K3 ke Ibu Menteri
-
Kabar Duka: Al Ridwan Putra Wabup Bogor Jaro Ade Meninggal Kecelakaan, Bukan Tabrakan!
-
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
-
Diduga Adu Kecepatan, 4 Fakta SUV Mewah Jetour T2 hangus Terbakar Usai Ditabrak BMW di Tol Jagorawi
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?