Suara.com - Sebuah pengusaha pembuat minuman beralkohol asal Hubei, Cina, harus berurusan dengan pihak berwajib karena menambahkan viagra ke dalam produknya.
Praktek ilegal itu terungkap setelah para pelanggan merasakan "efek samping" yang tak biasa usai mengkonsumsi minuman tersebut. Huang, yang memproduksi minumannya lewat perusahaan Nine Springs Ecological Agriculture Development Company itu pun digelandang ke kantor polisi.
Kepada pihak berwajib, Huang mengaku membeli 1 kilogram Sildenafil, alias obat pendongkrak vitalitas pria yang lebih dikenal dengan sebutan Viagra dan Revatio. Lalu, obat yang ia beli via online itu ia campurkan ke dalam minuman produksinya. Tapi Huang tidak mencantumkan zat tambahan itu di label botolnya.
Huang mengaku, ia melakukan itu agar produknya mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran. Ia menjualnya dengan harga 60 Yuan per botol. Untuk setiap botolnya, Huang mendapat keuntungan sebesar 30 Yuan.
Memang, Huang tidak mencampur viagra dalam dosis yang membahayakan. Namun, ia juga tahu bahwa menambahkan viagra ke dalam minuman keras adalah perbuatan melanggar hukum. Namun, ia tetap melakukannya demi keuntungan yang berlipat ganda. (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan
-
Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor