Suara.com - Pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Kamis (21/8/2014) pagi.
Hingga pukul 10.00 WIB, telah dua kelompok massa yang menamakan diri Macan Asia dan Pemuda Muslimin Indonesia.
Ratusan personel kepolisian dipimpin Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta bersiaga untuk menjaga keamanan.
Di gedung DPRD Sumut juga terlihat puluhan personel kepolisian berjaga-jaga, terutama di bagian gerbang lembaga legislatif tersebut. Belum nampak adanya pengunjuk rasa yang berunjuk rasa di lokasi tersebut.
Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, kemungkinan ada tiga elemen masyarakat yang akan berunjuk rasa pada hari itu yakni Aliansi Merah Putih, Macan Asia, dan FKPPI.
Untuk mengamankan proses penyampaian aspirasi itu, pihak kepolisian menyiapkan 1.200 personel yang di lima lokasi strategis.
Kelima lokasi itu adalah kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, KPU Kota Medan di Jalan Kejaksaan, Bawaslu Sumut di Jalan Sei Bahorok, Gudang Panjang di Jalan Budi Kemasyarakatan, dan gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol.
Pihak kepolisian mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat menjaga ketertiban ketika menyampaikan aspirasi.
Mahkamah Konstitusi hari ini menjadwalkan sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2014 hari ini (21/8/2014). (Antara)
Berita Terkait
-
Keadilan yang Harus Dipaksa: Catatan di Balik Gugatan UU Pensiun 1980
-
Menanti Nyali DPR: Mampukah Wakil Rakyat Memangkas 'Dompet' Sendiri?
-
UU Pensiun Pejabat 1980: Aturan 'Jadul' yang Membebani APBN Masa Kini
-
MK Ketok Palu Soal Pensiun Pejabat, DPR RI Siap Ambil Langkah Revisi
-
UU Soal Uang Pensiun DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK Perintahkan Pembuatan Aturan Baru
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik