Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyatakan, Partai Demokrat setuju dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung, namun pihaknya mengajukan sepuluh syarat.
Sepuluh syarat tersebut hari ini, Senin (22/9/2014), akan dikirimkan ke Panitia Kerja (Panja).
"Hari ini Partai Demokrat akan mengeluarkan surat kepada panja agar opsi dari Partai Demokrat bisa dimasukkan dalam pembahasan," kata Nurhayati sesaat setelah sidang Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Nurhayati menambahkan, syarat ini sesuai dengan arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jadi ketua umum kami dan arahan DPP adalah Pilkada langsung dengan 10 syarat, artinya Partai Demokrat punya opsi sendiri," papar Nurhayati.
Ketika disinggung sepuluh syaratnya sudah masuk dalam pembahasan RUU Pilkada oleh Panja, Nurhayati pun membantahnya. Dia menganggap sepuluh syarat tersebut belum tercantum secara jelas.
"Kalau itu semua sudah ada itu tidak benar, ada sebagian sudah masuk. Kami akan berusaha dengan baik. Mengenai yang lain-lain kami akan melakukan rapim," tandasnya.
Berikut sepuluh syarat yang disampaikan Partai Demokrat:
1. Uji publik atas integritas calon gubernur, calon bupati dan calon wali kota.
2. Efisiensi biaya penyelenggaraan pilkada mutlak dilakukan.
3. Perbaikan atas pengaturan dan pembatasan pelaksanaan kampanye terbuka.
4. Akuntabilitas penggunaan dana kampanye.
5. Larangan politik uang dan sewa kendaraan partai.
6. Fitnah dan kampanye hitam dilarang.
7. Larangan pelibatan aparat birokrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Ibu Korban Kecelakaan Maut di Singapura Masih Dirawat Intensif, Pengemudi Resmi Ditahan
-
Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki
-
Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua
-
Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman
-
Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!
-
Sempat Dinonaktifkan, Mensos Pastikan BPJS PBI 106 Ribu Pasien Katastropik Aktif Otomatis
-
Hampir Separuh Laut Dunia Kini Tercemar Sampah: Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Pelajar Tewas Gegara Jalan Berlubang di Matraman, Polisi Dalami Faktor Infrastruktur
-
Gandeng Badan Gizi Nasional, Pramono Anung Bidik Investasi SDM Lewat MBG
-
Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?