Suara.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Suryadharma Ali melakukan pembahasan pelaksanaan muktamar partai ke-8 di Kantor DPP PPP, Rabu (24/9/2014). Pembahasan itu dilakukan di tengah-tengah upaya islah (perdamaian) yang sedang diusahakan mahkamah partai.
"Kami membahas mengenai teknis pelaksanaan muktamar kedelapan yang akan berlangsung 23-26 Oktober 2014, di Jakarta," kata Sekretaris Panitia Muktamar PPP kubu Suryadharma Ali, Akhmad Gojali Harahap di Kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Pada saat yang sama, di Kantor DPP PPP, sejumlah anggota Mahkamah PPP dikabarkan sedang melakukan sidang membahas masalah islah antara pengurus PPP berseteru yakni kubu Suryadharma Ali dengan kubu Emron Pangkapi.
Gojali membenarkan hal itu. Namun dia menekankan bahwa pembahasan muktamar dilakukan dalam forum yang berbeda dengan pembahasan masalah islah.
"Kalau soal islah itu wilayah mahkamah partai. Mereka sedang membahas peluang islah, dipimpin pak Chozin Chumaidy (Ketua Mahkamah PPP), karena memang ada sejumlah pengurus di pusat maupun daerah inginkan adanya islah," ujar dia.
Sebelumnya, sejumlah pengurus DPP PPP melalui rapat pengurus harian memutuskan memecat Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan mengangkat Emron Pangkapi sebagai pelaksana tugas ketua umum. Namun Suryadharma Ali tidak terima atas hal itu, dan memecat balik Emron Pangkapi beserta pengikutnya.
Kini saling klaim kepengurusan PPP terjadi antara dua kubu, di mana keduanya ingin melaksanakan muktamar versinya masing-masing. Sedangkan Mahkamah partai masih berupaya mendamaikan kedua kubu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!