Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelidiki pemilik dua pabrik mie basah berformalin di Citayam, Depok.
"Kami tidak yakin pemilik pabrik itu Hari. Kami sedang menyelidiki siapa aktor di belakangnya," kata Kepala Pusat Penyidikan BPOM Hendri Siswadi di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).
Dua pabrik mie basah tanpa merek yang berada di pemukiman warga di Citayem digerebek tim BPOM tadi subuh.
Dalam razia itu, Hari mengaku sebagai pemilik pabrik itu. Namun beberapa sumber informasi dari pabrik tersebut menyatakan Hari memiliki bos.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat terungkap," ujarnya.
Menurut dia, sejak dua bulan terakhir petugas BPOM telah menyelidiki pabrik itu, termasuk identitas pemiliknya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pabrik itu memproduksi mie basah 6 ton. Mie mengandung banyak formalin, karena setiap tiga hari sekali pemilik pabrik membeli 3 kg formalin dari toko kimia di Tangerang.
Harga satu kg mie yang dijual kepada pedagang di pasar sebesar Rp6.000 per kg. Dalam sehari pendapatan perusahaan itu Rp36 juta, dan sebulan Rp1,08 miliar. Pabrik itu telah beroperasi selama tiga tahun.
"Keuntungan pemilik pabrik itu 30 persen dari pendapatan. Pantas lah pemiliknya kaya," katanya.
Hendri mengatakan Hari memiliki rumah mewah dan empat mobil mewah, selain alat transportasi yang memadai untuk mengangkut mie ke pasar.
"Kami sudah mengetahui identitas Hari, sehingga tidak mungkin dia dapat kabur," katanya.
Dia menduga masih ada pabrik mie berformalin lainnya di Indonesia yang belum terungkap. BPOM memutuskan untuk melakukan operasi khusus dalam menangani permasalahan ini.
"Ini kasus mengerikan. Penanganannya juga harus bersama institusi berwenang lainnya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK