Suara.com - Sebanyak 10 paket ganja ditemukan di dalam tempat sampah sekolah SMP Negeri 1 Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/10/2014). Saat ditemukan, paket ganja seberat 10 kilogram itu terbungkus rapi karung.
Selain ganja, dalam bungkusan karung itu juga terdapat ratusan butir pil koplo.
Menurut Kapolsek Kemang Kompol Pramono, temuan 10 kg paket ganja diketahui sekitar pukul 09.00 WIB saat aktivitas sekolah berlangsung.
"Awalnya sempat dimainkan oleh anak-anak, ditendang-tendang jadi mainan bola," kata Kompol Pramono.
Saat dimainkan oleh siswa, salah satu pekerja di sekolah bernama Kurnia melarang aktivitas tersebut, lalu memeriksa temuan benda mencurigakan, yang diketahui berisi barang narkotika.
Lalu Kurnia melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan sekolah. Oleh petugas keamanan bernama Jajo melaporkan kejadian kepada kepolisian terdekat.
"Kami menerima laporan dari Jajo, langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara menyelidiki asal muasal benda tersebut," kata Kompol Pramono.
Kompol Pramono mengatakan, hingga kini belum diketahui pemilik barang haram tersebut, diduga narkoba ganja dan pil komplo sengaja disembunyikan di tempat sampah sekolah.
"Saat ini baru tiga orang saksi yang kita minta keterangan, kita masih melakukan pengembangan dan barang sudah kita sita untuk penyelidikan," kata Kompol Pramono. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!
-
Polisi Ciduk Dua Pengguna Ganja Sintetis Bentuk Cair, Belasan Cartridge Liquid Vape Disita Petugas
-
Ammar Zoni Ditanya Jaksa Apakah Pernah Isap Ganja di Penjara, Jawabannya Disorot
-
Bawa 26 Kilogram Ganja, Pengemudi Mobil Diamankan Polres Labuhanbatu Selatan
-
Ditanya Jaksa, Ammar Zoni Akui Pernah Isap Ganja di Penjara
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Gagal Salip Bus dari Kiri, Pemotor Tewas Hantam Separator Jalur TransJakarta Kampung Melayu
-
Kecelakaan TransJakarta di Gunung Sahari: Pemotor Tewas Usai Nekat Terobos Jalur Busway
-
Sidang Praperadilan Yaqut, Pakar Hukum Kesulitan Maknai Kedudukan Pimpinan KPK dalam UU KPK Baru
-
Kemenpar Sebut Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Dinamika Geopolitik Global