Suara.com - Surat pengajuan perubahan nomenklatur kabinet Jokowi-JK akan dibahas oleh pimpinan DPR. Hal itu sesuai dengan rapat pimpinan DPR dan pimpinan fraksi sebagai pengganti Badan Musyawarah (Bamus) tentang perubahan nomenklatur kabinet Jokowi-JK.
"Hasil rapat ini memberikan pertimbangan kepada presiden atas surat tentang kementerian diserahkan ke pimpinan dewan. Jadi pimpinan dewan dalam waktu dekat akan beri pertimbangan," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, yang menjadi pimpinan rapat kali ini, Kamis (22/10/2014).
Rapat yang memakan waktu sekira dua jam ini, memutuskan supaya pimpinan DPR dalam memberikan pertimbangan atas surat itu turut melibatkan akademisi supaya hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.
"Hampir semua fraksi berpandangan, kalau diserahkan di sini hasilnya akan politis, dan karena itu kami perlu mengkaji secara akademis," paparnya.
Selain itu, surat ini dikembalikan kepada pimpinan DPR karena komisi dan alat kelengkapan dewan belum selesai. Hasilnya, langsung diserahkan ke Presiden tanpa harus diparipurnakan lagi.
"Karena memang alat kelengkapan dewan belum terbentuk, jalan keluarnya dan dibolehkan undang-undang itu diserahkan ke pimpinan DPR," paparnya.
Dia menambahkan, secara umum, seluruh fraksi mendukung perubahan nomenklatur ini dan diharapkan bisa selesai dengan waktu cepat. Sesuai aturan, pengajuan perubahan nomenklatur yang diatur dalam Undang-Undang nomor 39/2008 tentang Kementerian negara, diberibatas waktu tujuh hari untuk DPR memberikan pertimbangannya.
"Tentunya setelah ini, mulai nanti malam kita maraton, surat Pak Jokowi yang ada 6 butir akan segera kita jawab," kata Agus. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari