Suara.com - Mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein, mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo merevisi daftar calon menteri setelah mendapat masukan dari KPK dan PPATK. Menurut dia, itu sangat bagus untuk mencegah sebelum terlambat.
"Lakukan revisi, biar Presiden Jokowi menggunakan formasi dari KPK dan PPATK. Tujuannya biar terpilih menteri yang integritasnya, terutama ya, relatif bersihlah kalau begitu. Kalau gak daripada kalau udah jalan, itu ada masalah, lebih baik mencegah," kata Yunus di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2014).
Dari 43 nama yang dikirimkan Jokowi ke KPK dan PPATK, delapan di antaranya terindikasi korupsi. Yunus berharap agar temuan tersebut ditindaklanjuti.
"Ya mungkin di PPATK ada laporan, di sini (KPK) mungkin ada laporan atau pengaduan masyarakat, mungkin ada penyelidikan, mungkin arahnya ke sana. Kalau memang ada indikasi, ya harusnya ditindaklanjuti," katanya.
Langkah Jokowi melibatkan KPK dan PPATK, kata Yunus, sekaligus menjadi benteng untuk menghadapi para politisi dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan.
"Di sisi lain buat beliau lebih bagus juga sebagai benteng menghadapi para politisi, kan lebih bagus dilakukan seleksi di lembaga-lembaga yang integritasnya masih dipercaya, ya dua institusi ini (KPK dan PPATK)," kata dia.
Yunus mengatakan tradisi baru dalam membentuk kabinet yang dilakukan Jokowi harus didukung semua pihak.
"Ya kita harus sambut ide positif ini, perlu didukung dong," kata Jokowi.
Yunus datang ke KPK hari ini untuk menandatangani berkas karena dia menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang Bupati Karawang, Ade Swara. [Nikolaus Tolen]
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas