Suara.com - Pemerintah mengurangi titik pengungsian korban erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara (Sumut) menjadi 12 dari 16 lokasi selama ini untuk mempermudah penanganan.
"Koran Sinabung yang masih tetap sebanyak 3.284 jiwa atau 1.018 kepala keluarga (KK) itu sudah dipadatkan di hanya 12 titik dari 16 lokasi selama ini," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya yang diterima suara.com, Minggu (26/10/2014) malam.
Pengurangan titik pengungsian dilakukan untuk memudahkan penanganan mengingat hingga Minggu (26/10/2014) aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi.
Pada minggu, masih terjadi guguran 98 kali dan dua kali awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur terjauh 3.500 meter ke arah selatan. Tinggi kolom abu awan panas 2.000 meter. Adapun guguran lava dari dekat puncak (sisi barat) terlihat sejauh 700-1.000 meter.
"Kondisi itu membuat status Sinabung tetap Siaga (level 3)," imbuhnya.
Sutopo menegaskan, belum mengetahui sampai kapan erupsi Sinabung akan berakhir karena Badan Geologi pun juga tidak bisa memprediksikan kapan gunung itu kembali normal. Melihat situasi itu, tambah dia, Pemerintah tetap akan memberikan bantuan kepada pengungsi sesuai rekomendasi PVMBG.
"Tetapi BNPB berharap agar Pemkab Karo dan Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk menangani Sinabung. Tidak bisa seluruhnya mengandalkan bantuan dari Pusat," kata Sutopo.
Dia menegaskan, persediaan logistik masih mencukupi hingga 3-6 hari ke depan dan termasuk kesehatan terlayani dan pendidikan lancar, BNPB telah menyerahkan Rp10,3 miliar kepada BPBD Kabupaten Karo untuk sewa lahan, sewa rumah dan jaminan hidup bagi pengungsi dari desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kutatonggal, Gamber, Berastepu dan Gurukinayan.
Berdasarkan laporan BPBD Karo sendiri, dari dana itu, dana yang sudah digunakan mencapai Rp10,24 miliar untuk 2.161 KK (6.628 jiwa).
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Secepat Mungkin!
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi