Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan dipilihnya politisi PPP Lukman Hakim Saifuddin menjadi Menteri Agama bukan dilandaskan atas pertimbangan Politik.
Fadli mengatakan, pemilihan Lukman menjadi menteri di Kabinet Kerja bentukan Jokowi-JK didasarkan atas kompetensinya. Sebab, Lukman Hakim pernah menjabat sebagai menteri agama sebelumnya di permerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Lukman kan sudah ada di periode yang lalu. Saya kira bukan soal Koalisi Merah Putih (KMP) atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH), tapi kompetensi yang bersangkutan di bidang itu," ujar Fadli di DPR, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Keterpilihan Lukman, menurut Fadli, melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Agama. Lukman merupakan pengganti Suryadharma Ali untuk jabatan di Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Lukman kan sudah ada di periode yang lalu," tuturnya.
Lukman menjadi satu-satunya kader PPP yang ditunjuk menjadi menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK. Dalam pusaran konflik di PPP, Lukman berkubu dengan Romahurmuziy yang menggeser Suryadharma Ali dari kursi Ketua Umum PPP pada muktamar di Surabaya.
Berita Terkait
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi
-
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
-
Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya
-
Ada Peringatan Baru, Apakah 13 Juli Akan Jadi Hari Libur Nasional?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung