Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan dipilihnya politisi PPP Lukman Hakim Saifuddin menjadi Menteri Agama bukan dilandaskan atas pertimbangan Politik.
Fadli mengatakan, pemilihan Lukman menjadi menteri di Kabinet Kerja bentukan Jokowi-JK didasarkan atas kompetensinya. Sebab, Lukman Hakim pernah menjabat sebagai menteri agama sebelumnya di permerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Lukman kan sudah ada di periode yang lalu. Saya kira bukan soal Koalisi Merah Putih (KMP) atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH), tapi kompetensi yang bersangkutan di bidang itu," ujar Fadli di DPR, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Keterpilihan Lukman, menurut Fadli, melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Agama. Lukman merupakan pengganti Suryadharma Ali untuk jabatan di Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Lukman kan sudah ada di periode yang lalu," tuturnya.
Lukman menjadi satu-satunya kader PPP yang ditunjuk menjadi menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK. Dalam pusaran konflik di PPP, Lukman berkubu dengan Romahurmuziy yang menggeser Suryadharma Ali dari kursi Ketua Umum PPP pada muktamar di Surabaya.
Berita Terkait
-
Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing
-
Demi Korban 98, Koalisi Sipil Banding Lawan Fadli Zon Usai Gugatan Ditolak PTUN
-
Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April
-
Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal
-
Ada 2 Raja Saling Mengklaim di Keraton Solo, Fadli Zon Mengadu pada DPR
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
-
Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur
-
Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!
-
Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti