Suara.com - Sejumlah komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah menetapkan ketuanya lewat rapat di masing-masing komisi.
Komisi I menetapkan ketua komisi berasal dari PKS, yaitu Mahfud Siddiq. Dia terpilih kembali terpilih menjadi Ketua Komisi I DPR periode 2014-2019.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Fadli Zon ini, juga menetapkan Tantowi Yahya (Golkar) Asril Hamzah Tandjung (Gerindra) dan Hanafi Rais (PAN) sebagai wakil Mahfud.
"Mengingat pengulang hanya terdapat satu paket, maka sebagaimana ketentuan pasal 57 ayat 13 (Tatib DPR), pimpinan rapat langsung menetapkan pimpinan Komisi I," kata pimpinan rapat Fadli Zon, Rabu (29/10/2014).
Sedangkan Rapat Komisi IX memutuskan Dede Yusuf dari Demokrat menjadi ketua dengan wakilnya, Syamsul Bachri (Golkar), Pius Lustrinalan (Gerindra) dan Asman Abnur (PAN).
"Ini hanya ada satu paket, PPP tidak ada yang hadir. Ditandangani lima fraksi dan tercatat ada 6 Fraksi yang menjadi anggota," kata Fahri Hamzah yang memimpin rapat tersebut.
Untuk Komisi III, Politisi Golkar Aziz Syamsudin terpilih menjadi Ketua Komisi. Dia menjadi ketua didampingi Desmon Junaedi Mahesa (Gerindra), Benny K Harman (Demokrat) dan Nur Fahri Harahap (PAN) yang menjadi wakilnya.
"Mengingat usulan paket hanya terdapat satu paket, maka sebagaimana ketentuan pasal 57 ayat 13, pimpinan langsung menetapkan pimpinan komisi III DPR RI," kata pimpinan rapat Fadli Zon.
Sementara, Teuku Riefky Harsya dari Partai Demokrat menduduki kursi Ketua Komisi X. Dia didampingi, Ridwan Hisyam (Golkar), Nuroji (Gerindra) dan Sohibul Iman (PKS) yang menjadi wakilnya.
Rapat di Komisi X ini dipimpin oleh Fahri Hamzah mengatakan rapat kali ini menggunakan mekanisme pemilihan musyawarah mufakat. Sehingga rapat bisa berjalan dengan cepat.
"Jadi, lima fraksi yang menandatangani. PPP tidak hadir. Cuma dua anggota Fraksi PPP di tempat ini, tapi enggak datang. Hasilnya pakai musyawarah mufakat, makanya cepat," kata dia.
Dengan begitu, sudah tujuh pimpinan komisi yang ditetapkan DPR, yaitu Komisi I, II, III, IV, VIII, IX, dan X. Sementara Komisi XI masih diskorsing hingga besok dilanjutkan pada pukul 11.00 WIB. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
PKS Lanjutkan Perombakan di DPR: Wakil Ketua MKD Aboe Bakar Alhabsyi Digeser Adang Daradjatun
-
Sukamta Geser Ahmad Heryawan di Komisi I DPR: Strategi Baru PKS Jelang Pemilu?
-
PKS Segarkan Fraksi DPR, Abdul Kharis Jadi Ketua, Ahmad Heryawan Geser Netty Prasetyani
-
Penambahan Jumlah Komisi di DPR Dinilai Pemborosan Anggaran Negara
-
Soal Bocoran 13 Komisi DPR Lengkap dengan Mitranya, Pimpinan: Itu Simulasi
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Cuaca Hari Ini: Hujan dan Mendung Mendominasi Jakarta Hingga Yogyakarta
-
Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi