News / Nasional
Selasa, 11 November 2014 | 11:55 WIB
Suara.com

Suara.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan belum akan melibatkan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror dalam pengungkapan kasus penembakan mobil pribadi mantan Ketua MPR Amien Rais.

"Kami tidak ada rencana untuk melibatkan Densus 88, kami masih mengoptimalkan pengungkapan kasus tersebut oleh tim yang dibentuk Polda DIY," kata Kapolda DIY Oerip Subagya di Yogyakarta, Selasa (11/10/2014).

Menurut dia, tidak adanya saksi mata pada saat kejadian memang sedikit banyak menyulitkan dalam proses penyelidikan yang dilakukan untuk mengungkap kasus teror tersebut.

"Namun tim gabungan Polda DIY, Polres Sleman dan Polsek Depok Timur akan terus berupaya menggali terus informasi terkait kasus tersebut," ucapnya.

Ia mengatakan, memang tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu dibutuhkan keterlibatan Densus 88, Polda DIY akan memberikan ruang.

"Belum terungkapnya pelaku maupun motif dari aksi teror tersebut juga karena tidak adanya saksi mata yang melihat langsung ciri-ciri, juga menyulitkan dalam pengungkapan. Kami harus ekstra kerja keras dalam pengungkapan kasus ini," ujarnya.

Seperti diberitakan, rumah mantan Ketua MPR Amien Rais di Pansdeansari blok 2 No. 3 Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (6/11/2014) dini hari ditembak orang tidak dikenal, dan tembakan mengenai mobil yang diparkir di depan rumah.

Load More