Suara.com - Sebanyak 121 anggota DPR dan DPRD dari PDI Perjuangan terancam diganti atau pergantian antar waktu. Alasannya, mereka diduga melakukan kecurangan yaitu mengalihkan suara di pemilu legislatif 2014 lalu.
Salah satu anggota DPR yang masuk daftar PAW adalah Honing Sani. Anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I itu menolak dan menggugat DPP PDI Perjuangan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Honing menegaskan bahwa yang menetapkannya menjadi pemenang adalah Komisi Pemilihan Umum.
Pengacara Honing, Petrus Bala Pattyona, menilai tindakan PDI Perjuangan terhadap 121 anggota DPR dan DPRD aneh.
"Kan yang menetapkan caleg terpilih itu KPU," kata Petrus kepada suara.com, Minggu (16/11/2014).
Petrus menambahkan forum keberatan terhadap caleg terpilih adalah di Mahkamah Konstitusi, bukan di mahkamah partai sebagaimana yang terjadi sekarang.
"Mahkamah Partai itu siasat untuk menggantikan orang yang dianggap "tidak loyal" ke partai," kata Petrus.
Petrus menyebut tindakan DPP PDI Perjuangan sebagai modus.
"Ini sudah jadi modus, di PDI Perjuangan sekarang," kata Petrus. "Ini tipu daya."
Petrus menganggap DPP PDI Perjuangan telah menggunakan standar ganda. Menurut dia, kalau kasus pencurian suara dibesar-besarkan, sementara dalam kasus korupsi justru sebaliknya, dilindungi.
Petrus menyebut ada politisi PDI Perjuangan yang telah menjadi tersangka, tapi justru diusulkan untuk dilantik, kemudian ada politisi yang sudah berkali-kali diperiksa KPK, namun DPP tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap yang bersangkutan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan