Suara.com - Penonton laga final ATP World Tour Finals yang sudah membludak di O2 Arena, London, meski harus membayar tiket cukup mahal, ternyata harus kecewa. Pertandingan puncak yang dikira bakal memuaskan mereka akan laga kelas dunia antara dua petenis terbaik, Minggu (16/11/2014) waktu setempat, harus batal digelar lantaran Roger Federer mundur.
Mundurnya Federer dalam laga melawan Novak Djokovic itu disampaikan langsung oleh sang petenis Swiss, hanya beberapa saat menjelang dimulainya pertandingan tersebut. Mengenakan baju hangat, Federer yang tampil di tengah arena menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menjalani pertandingan itu lantaran mengalami masalah pada punggungnya.
Kepada penonton, Federer terlebih dulu mengutarakan permohonan maaf, sebelum lantas menyampaikan bahwa dirinya mengalami masalah punggung, usai laga semifinal melawan Stanislas Wawrinka yang berlangsung hampir tiga jam sehari sebelumnya. Petenis berusia 33 tahun yang harusnya berpeluang meraih gelar ATP Finals ketujuhnya itu pun kemudian menegaskan keputusannya untuk mundur.
"Saya harap Anda semua memahami bahwa saya sengaja ingin datang ke sini secara pribadi dan menyampaikan tidak bisanya saya bermain ... Saya tak bisa bertanding tanpa kondisi punggung yang baik pada level (pertandingan) ini," ujar Federer, yang lantas masih mendapatkan tepuk tangan penghormatan dari penonton kendati jelas-jelas mereka kecewa.
Presiden ATP, Chris Kermode, yang berdiri di samping Federer, lantas mengumumkan bahwa agenda final akhirnya diganti dengan pertandingan eksibisi antara Andy Murray melawan Djokovic. Murray yang merupakan kebanggaan tuan rumah itu sendiri gagal lolos ke semifinal usai dikalahkan Federer pada Kamis (13/11) lalu.
Djokovic sendiri sudah dipastikan masih akan menjadi petenis peringkat satu dunia tahun ini, sejak menang atas Tomas Berdych di pertandingan terakhir grupnya lalu. Sementara itu Federer, jika sudah tak ada masalah lagi pada punggungnya, masih punya agenda bersama Swiss pekan depan untuk tampil di final Piala Davis melawan Prancis. [Reuters]
Berita Terkait
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
-
Ranking Janice Tjen Meroket! Tembus Peringkat 36 Dunia
-
Janice Tjen Didapuk sebagai Unggulan Keenam di Merida Open 2026
-
Nasib Berbeda Dua Srikandi Tenis Indonesia di WTA 1000 Dubai: Janice Melaju, Aldila Terhenti
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?