Suara.com - Anggota Komisi Pertahanan (I) DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, mengatakan pemicu bentrok antara anggota Polri dan TNI biasanya terjadi karena kecemburuan.
"Seguru seilmu jangan ganggu, jangan saling ganggulah. Masing-masing punya lahan. Saya berdasarkan di lapangan, gesekan itu muncul karena kecemburuan. Terlepas dari apapun masalah kecemburuan sosial saja," kata Hasanuddin di DPR, Jakarta, Kamis (20/11/2014). Pernyataan tersebut terkait dengan bentrok antara anggota Polri dan TNI di Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu 19 November malam lalu.
Hasanuddin menduga ada "sesuatu" yang sedang mereka rebutkan. Namun, Hasanuddin enggan menerangkannya "sesuatu" yang ia maksud.
"Misalnya saja kasus yang terjadi di Karawang, itu kan belakangya ada sesuatu. Kemudian di Batam, di Medan. Ini yang tidak boleh terjadi," katanya.
Setelah bentrok, biasanya kedua institusi menyelenggarakan acara deklarasi perdamaian. Tapi, kata Hasanuddin, perdamaian Polri dan TNI hanya di tataran elite alias tak mengakar sampai ke tingkat prajurit. Dengan demikian di lapangan, mereka kerab bergesekan.
"Memang ada golf bersama itu kan para perwiranya doang, tamtamanya tidak main golf," kata Hasanuddin.
Hasanuddin mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera memanggil Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman untuk duduk bersama dan mencari cara menciptakan perdamaian yang benar-benar mengakar sampai ke tingkat prajurit.
"Kalau terjadi lagi kasus seperti ini, maka Panglima Kodam dan Kapolda dicopot. Ini akan memberikan efek jera di lapangan tentu akan berjaga-jaga," kata Hasanuddin.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane mengatakan bentrokan antara anggota TNI dan Polri di Batam menunjukkan makin buruknya hubungan psikologis antara kedua institusi aparatur keamanan tersebut. Pertikaian di Batam merupakan yang kedua kali terjadi dalam tiga bulan terakhir.
"Ada tiga penyebab utama dalam kasus bentrokan TNI-Polri di Batam," kata Neta.
Pertama, tidak terkendalinya aksi backing mem-backing, baik dalam bisnis legal maupun ilegal, yang dilakukan oknum kedua institusi. Kedua, masih membaranya dendam kesumat antar oknum kedua institusi pascabentrokan 21 September 2014 yang mengakibatkan empat anggota Batalion 134 Tuah Sakti tertembak.
Ketiga, penggunaan seragam loreng militer pada anggota Brimob, yang dinilai sebagai wujud arogansi Polri. Penggunaan seragam loreng pada Brimob telah membuat lapisan bawah TNI tersinggung hingga gampang terpicu emosi jika berhadapan dengan anggota Brimob.
IPW mendesak pemerintah segera memerintahkan Kapolri Jenderal Sutarman agar mencabut penggunaan seragam loreng pada anggota Brimob.
"Jika hal ini tidak dilakukan bentrokan TNI-Brimob dikhawatirkan akan meluas ke daerah lain," katanya.
IPW juga mendesak agar Kapolda Kepri dan Danrem di Batam dievaluasi atau dicopot. Sebab, bentrokan tersebut dinilai tak terlepas dari kelengahan elite-elite TNI-Polri dalam mencermati dinamika di Batam pascabentrokan 21 September 2014.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah
-
Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!
-
Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI
-
Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores
-
Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor