Ribuan orang di berbagai penjuru Jerman berduka atas kepergian seorang pelajar perempuan asal Kota Offenbach. Tugce Albayrak, si pelajar, dipukuli secara brutal ketika mencoba menghentikan aksi sekelompok lelaki yang sedang melecehkan dua orang perempuan.
Kisah ini berawal saat Tugce, si pelajar berusia 22 tahun, mendengar suara dua orang perempuan yang meminta tolong dari dalam sebuah toilet restoran di Offenbach, 15 November silam. Ia bergegas masuk dan mencoba melawan perbuatan bejat sekelompok lelaki tersebut.
Malang baginya, Tugce dicegat di tempat parkir dan dipukuli secara brutal dengan menggunakan tongkat pemukul oleh salah seorang lelaki tadi. Tugce ditinggalkan begitu saja dengan luka serius di bagian kepalanya.
Lansiran Suddeutsche Zeitung, kedua orang tua Tugce mengambil keputusan untuk mencabut mesin penyokong kehidupan putri mereka setelah dokter menyatakan bahwa Tugce tidak akan bisa sadar kembali. Tim dokter juga menyatakan otak perempuan tersebut telah mati. Tugce pun menghembuskan nafas terakhirnya pada saat itu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-23.
Tugce, yang adalah keturunan Turki, dielu-elukan sebagai pahlawan di seluruh Jerman. Ribuan orang ambil bagian dalam acara doa bersama di depan restoran tempat terjadinya peristiwa tragis itu. Doa bersama juga digelar di seluruh penjuru negeri.
Banyak yang membawa spanduk bertuliskan "Terima kasih Tugce". Beberapa di antara mereka juga mengenakan kaos bertulis "Kami mencintaimu".
Sebuah petisi yang ditandatangi oleh lebih dari 50 ribu orang telah ditujukan kepada Presiden Jerman, Joachim Gauck, untuk memberi Tugce sebuah penghargaan khusus. Terhadap petisi tersebut, Presiden telah menyatakan akan membuat pertimbangan. Dirinya juga telah mengungkapkan rasa belasungkawa terhadap keluarga Tugce.
"Sama seperti rakyat yang tak terhitung jumlahnya, saya terkejut dengan peristiwa mengerikan ini. Tugce telah mendapatkan rasa terima kasih dan penghargaan dari kami semua. Ia akan tetap menjadi panutan bagi kami, seluruh negeri berkabung dengan Anda," kata Presiden Gauck.
Penyerang Tugce, seorang lelaki berusia 18 tahun, sudah ditahan oleh pihak berwajib. Ratusan orang berencana menggelar acara untuk mengenang Tugce di Berlin pada hari Minggu (30/11/2014). (Independent)
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Santri Jadi Korban
-
Ustaz Solmed Laporkan Sejumlah Akun, Usai Dituding Lakukan Pelecehan Sejenis
-
LPSK Siap Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki
-
Guru Besar Diduga Minta Foto Bikini Mahasiswi, Rektor Unpad Buka Suara
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia