- Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sepuluh hari antara Lebanon dan Israel yang dimulai sejak Jumat.
- Kesepakatan yang dimediasi AS ini bertujuan menghentikan krisis kemanusiaan serta mencegah penambahan korban jiwa di Lebanon.
- Indonesia mendesak semua pihak mematuhi hukum internasional dan menindaklanjuti gencatan senjata menuju perdamaian permanen yang lebih stabil.
Suara.com - Pemerintah Indonesia secara resmi menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Momentum ini diharapkan tidak sekadar menjadi jeda pertempuran, melainkan pijakan awal menuju perdamaian yang abadi di kawasan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan bahwa Indonesia terus memantau dengan saksama setiap perkembangan dari meja perundingan kedua belah pihak.
“Indonesia mengharapkan agar perundingan tersebut dapat menghasilkan gencatan senjata permanen,” ujar Nabyl di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Indonesia menekankan bahwa gencatan senjata ini harus segera diikuti dengan langkah-langkah konkret di lapangan. Hal ini sangat krusial untuk mencegah bertambahnya korban jiwa dan menghentikan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Lebanon.
Selain itu, Nabyl mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan global dalam konflik bersenjata.
Indonesia mendesak seluruh pihak untuk selalu menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, serta memberikan perlindungan penuh terhadap warga sipil.
“Indonesia menegaskan bahwa semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghormati kedaulatan negara,” tegas Nabyl.
Kesepakatan penting ini pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Israel dan Lebanon sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
Keberhasilan ini diraih setelah delegasi dari Lebanon dan Israel menjalani perundingan intensif di Washington DC pada Selasa (14/4) dengan mediasi dari Amerika Serikat.
Respons Dunia dan Sikap Hizbullah
Langkah damai ini mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Meski menyambut baik upaya perdamaian tersebut, Guterres juga memberikan catatan khusus dengan mendesak kelompok Hizbullah untuk mematuhi poin-poin gencatan senjata.
Di sisi lain, perwakilan Hizbullah di parlemen Lebanon, Hassan Fadlallah, melihat kesepakatan 10 hari ini sebagai fase awal dari perjuangan yang lebih besar. Menurutnya, gencatan senjata ini hanyalah langkah pembuka menuju pembebasan penuh Lebanon yang menjadi tujuan utama gerakan mereka.
Hizbullah menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata, namun dengan serangkaian tuntutan tegas bagi masa depan Lebanon.
Hizbullah akan terus menuntut penghentian penuh permusuhan, penarikan total militer Israel dari wilayah Lebanon, kembalinya warga ke kediaman mereka, pembebasan tahanan, serta dimulainya upaya rekonstruksi pasca-perang. (Antara)
Berita Terkait
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan
-
Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi