Suara.com - Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Priyo Budi Santoso mengklaim Musyawarah Nasional IX Golkar yang diselenggarakan Presidium Penyelamat Partai Golkar pada Januari 2015 akan lebih demokratis, ketimbang Munas Golkar versi Aburizal Bakrie di Nusa Dua, Bali.
"Kami terbuka dan live," ujar Priyo dalam konfrensi pers di Media Lounge DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (3/12/2014).
Priyo menambahkan bahwa dirinya menerima banyak keluhan dari pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II se-Indonesia. Kebanyakan dari pimpinan DPD II ini merasa gusar sedih dan prihatin atas kondisi Golkar.
"Sebagai peserta Munas yang sah katanya, mereka melihat cara-cara yang tidak demokratis, pembicaraan mereka di setop, ada yang ditarik keluar dan mic nya mati. Rasa prihatin itu kami rangkum menjadi satu hal yang sangat memprihatinkan kita," paparnya.
Menurut Priyo, para peserta Munas Bali tidak mengira akan mendapatkan Munas yang seperti saat ini. Padahal, seharusnya Munas menjadi tempat memberikan suara DPD I dan DPD II, tanpa tekanan dan intervensi.
"Tapi itu hanya mimpi di siang bolong, Munas itu paling sadis yang dilaksanakan partai Golkar," tuding Priyo.
Dirinya pun berharap, Munas pada Januari 2015 akan berjalan secara demokratis, adil dan bersuka cita dan mendapatkan nahkodah baru partai Golkar secara baik pula.
Dalam Munas Golkar di Nusa Dua, Ical kembali terpilih memimpin partai beringin sepanjang periode 2014-2019. Dia mengancam akan membekukan kepengurusan DPD yang hadir di Munas Golkar versi kubu Agung Laksono.
Berita Terkait
-
Pakar Hukum Pidana Sebut Kasus Chromebook Masuk Ranah Administrasi Bukan Korupsi
-
Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana
-
Sidang Kredit Macet Bongkar Dugaan Pengelolaan Ilegal Aset Sitaan Rp40 Miliar
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office