Suara.com - Tim SAR gabungan masih belum menemukan black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 setelah hari keenam evakuasi sejak hilangnya kontak pesawat dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura di perairan Selat Karimata pada Minggu 28 Desember 2014.
SAR Mission Coordinator Pangkalan Bun, Basarnas, Marsda Sunarbowo, menyebut salah satu kesulitan pencarian black box itu adalah faktor burukya cuaca.
"Pencarian terus dilakukan, namun karena cuaca buruk kita kesulitan," kata Sunarbowo dalam konfrensi persnya di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1/2015).
Meski harus memakan waktu lama, Sunarbowo optimis black box masih dapat ditemukan. Penemuan black box ini diharapkan bisa mengetahui penyebab jatuhnya pesawat yang mengangkut 155 penumpang.
Dia menceritakan soal pengalaman tentang pesawat Adam Air yang jatuh di Selat Makassar pada 1 Januari 2007 lalu. Black box baru dapat ditemukan empat bulan di kedalaman 2.000 meter. Dengan kedalamanan yang demikian sulit, black box baru dapat diangkat sebulan kemudian.
"Mudah-mudahan karena ini masih berproses," ucapnya.
Meski berbeda kondisi, di Selat Karimata ini berkedalaman 20-50 meter, namun cuaca buruk yang membuat proses evakuasi dan pencarian black box itu sulit dilakukan.
Sunarbowo menceritakan peralatan pendeteksi sonar juga sudah di tempatkan di sejumlah kapal, termasuk dua set pendeteksi sonar bantuan dari Singapura, yang mulai bekerja untuk mencari keberadaan black box di dasar laut.
"Kita gunakan sonar yang bergerak bersama. Satuan gugus KRI banda aceh, kemudian RSS Swift, USS Simpson bergerak paralel saling berdekatan. Dalam satu atau dua hari dengan alat yang mulai digelar kita berharap bahwa badan utuh dapat ditemukan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
-
Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja
-
Pelaku Buron, Komisi XIII DPR Desak Negara Hadir Lindungi Perempuan Korban Penyiksaan di Bandung
-
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri
-
Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?