Suara.com - Polda Papua menerbangkan dua jenazah anggota Polda Jambi yang bertugas di Papua ke Jakarta dengan pesawat carteran milik maskapai Sriwijaya Air dari Bandara Moses Kilangin, Timika, ke Jakarta, Jumat (2/1/2014).
Sementara satu jenazah lainnya, seorang warga sipil yang juga jadi korban Suko Miartono (33) diterbangkan ke kampung halamannya di Kediri, Jawa Timur.
"Sebelumnya ketiga jenazah rencananya akan dikirimkan menggunakan pesawat carter Airfast, namun kami memutuskan mengirimkan para korban dengan pesawat carter Sriwijaya Air," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin, Jumat (2/1/2014) di Jayapura, Papua.
Pelepasan jenazah tiga korban ini dilakukan dalam sebuah upacara di Bandara Moses Kilangin, Kabupaten Mimika, Papua.
Ketiga korban ditemukan tergeletak dengan kondisi luka bacok dan tembak saat hendak melakukan patroli menuju arah Utikini, Mimika, Papua, Kamis malam (1/1/2014).
Ketiga korban dinyatakan meninggal dunia di tempat, setelah dievakuasi di Rumah Sakit Tembagapura.
Serangan terhadap polisi di Papua meningkat setelah sebelumnya satu anggota Polri tertembak di Kabupaten Paniai, Papua dan dalam kondisi kritis.
Hingga ini pihak kepolisian setempat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang belum jelas identitasnya, serta melakukan penyelidikan terhadap satu orang oknum warga masyarakat berinisial MW yang ditemukan mabuk minuman keras saat penyisiran di sekitar TKP. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF
-
Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan
-
Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying
-
Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati
-
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?