Suara.com - Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiyana mengatakan rencana pihaknya yang akan membentuk panitia kerja terkait AirAsia QZ8501 tidak berbau politik, tapi justru untuk kepentingan umum.
"Panja ini jangan terlalu ditanggapi politik, karena ini untuk kepentingan publik," kata Yudi saat mengunjungi Kantor Badan SAR Nasional di Kemayoran, Jakarta, Senin (5/1/2015).
Dia mengatakan dalam panja itu akan memanggil sejumlah pihak berkepentingan, seperti Kementerian Perhubungan, Badan SAR Nasional, BMKG, Badan Navigasi, maskapai penerbangan dan pihak-pihak yang terkait.
Kabar pembentukan panja untuk AirAsia itu sendiri sudah diutarakan oleh Yudi dalam sepekan terakhir.
Dia mengatakan Komisi V DPR akan membentuk panja jika dalam satu pekan pemerintah tak berhasil menemukan pesawat AirAsia sejak hilang kontak pada Minggu (28/12/2014).
Lebih lanjut, panja itu dikatakannya bermanfaat untuk mendapat informasi kecelakaan yang terjadi.
Panja untuk pesawat rute Surabaya-Singapura itu dibentuk untuk mendalami penyebab hilangnya kontak pesawat tersebut sekaligus memberi rekomendasi pada pemerintah untuk memperbaiki transportasi penerbangan di Indonesia.
Pesawat tersebut mengangkut 155 penumpang dan tujuh kru dengan sebagian besar berasal dari Indonesia dan sisanya dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Prancis, Inggris dan Amerika Serikat.
Hingga kini, sebanyak 37 jenazah korban pesawat nahas itu telah dievakuasi tim SAR gabungan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM