Suara.com - Tim DVI Polda Jawa Timur (Jatim) kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Kedua jenazah itu bernama Oscar Devano (27) yang merupakan warga Jakarta, serta Yuni Astuti (40) yang adalah warga Kabupaten Blitar.
Ketua Tim DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiyono mengatakan, kedua jenazah berhasil diidentifikasi dengan menggunakan data primer maupun sekunder. Untuk Oscar Devano menurutnya, DNA-nya cocok dengan DNA ayah dan ibunya. Oscar adalah juga salah satu kru pesawat AirAsia QZ8501.
Sedangkan untuk Yuni Astuti, menurut Budiyono, jenazahnya dikenali melalui DNA yang cocok dengan dua anak kandungnya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan rekonsiliasi, jenazah keduanya tidak terbantahkan lagi. Oscar dengan peti jenazah bernomor B024, dan Yuni Astuti dengan nomor B39," ujar Budiyono, Selasa (13/1/2015).
Dengan teridentifikasinya dua jenazah tersebut, total tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 36 jenazah. Sementara saat ini, masih tersisa 12 jenazah yang belum berhasil diidentifikasi di RS Bhayangkara, Surabaya. [Yovie Wicaksono]
Tag
Berita Terkait
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
-
Korban Tewas Ponpes Al Khoziny Ambruk Jadi 14 Orang, Tim DVI Terus Identifikasi Santri Belasan Tahun
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?
-
Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi
-
Divonis Bersalah, Ini Fakta Rangkaian Sidang Laras Faizati
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Siaga Musim Hujan, Pemprov DKI Pangkas Sejumlah Pohon Sebelum Tumbang
-
Jakarta Selatan dan Timur Dibayangi Hujan Lebat dan Angin Kencang Siang Ini, Cek Wilayah Terdampak!
-
Terungkap! Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain hingga Fungsi IKN
-
Tangis dan Amarah Bercampur, Pendukung Protes Keras Vonis Pidana Laras Faizati