Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja kini giliran dilaporkan oleh PT Daisy Timber yang berlokasi di Berau, Kalimantan Timur. Adnan dituduh melakukan perampokan sejumlah saham.
Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompi meminta agar tidak mengkaitkan kasus terbaru inidengan kasus Wakil KPK Bambang Widjojanto yang sebelumnya telah ditetapkan sebagi tersangka oleh Kepolisian.
"Kita melihatnya hanya kasus itu saja. Kalau memang benar (Adnan diproses), kalau tidak, ya tidak," ujar Ronny di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2015).
Dia juga menerangkan, jika nantinya laporan yang telah diajukan oleh PT Daisy Timber tidak memiliki bukti yang kuat, maka tidak akan diproses lebih lanjut.
"Bisa ditindak lanjuti proses penyidikan, mungkin penyelidikan bisa, tapi ketika tidak ada bukti permulaan yang menyatakan ada pidana, (maka) tidak bisa dilanjutkan dengan penyidikan," tambah dia.
Ronny juga menerangkan, semua orang berhak melakukan pelaporan terhadap siapapun selama memili bukti.
"Kalu memang ada laporan siapa saja yang dilaporkan, laporanya benar dan bukn direkayasa, laporanya betul-betul barang buktinya ada pasti tim yang menerima laporan itu akan lapor ke kepala biro pembinan oprasional di bareskrim polri," tutup dia.
Mukhlis selaku kuasa hukum PT Daisy Timber, beserta beberapa rekannya yang berjumlah lima orang ini tiba di Bareskrim Polri sekitar pukul 13.10 WIB.
Para pelapor mengaku membawa bukti-bukti dan meminta Adnan segera diadili.
"Bagi kami ini Adnan harus dipangil, diperiksa dan diadili karena ini merugikan banyak orang yang memiliki saham yang sah," ucap Mukhlis ketika tiba di Bareskrim Mabes Polri, Sabtu, (24/1/2015).
Berita Terkait
-
AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!
-
BW Semprot Wacana Pilkada Lewat DPRD: Biaya 37 T Mahal, Makan Gratis 268 T Dianggap Penting
-
Bambang Widjojanto Ingatkan KPK Tak Tunda Penetapan Tersangka karena Perhitungan Kerugian Negara
-
Eks Pimpinan KPK BW Soroti Kasus Haji yang Menggantung: Dulu, Naik Sidik Pasti Ada Tersangka
-
2 Hal Ini Bikin Eks Pimpinan KPK Miris Dengar Nadiem Makarim Jadi Tersangka, Singgung Nama Jokowi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi
-
Sebut Narasi Ferry Irwandi 'Sesat Pikir' di Kasus Chromebook, Pengamat: Hukum Itu Fakta, Bukan Opini
-
14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI
-
DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi
-
Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit
-
Buntut Kekerasan di Daycare Jogja, Komisi X DPR Segera Panggil Mendikdasmen untuk Evaluasi Total
-
Haru dan Cemas, Warga Padati Pos Pengaduan Cari Kabar Korban Tabrakan KRL
-
Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu
-
Dirut KAI: Evakuasi KA Argo Bromo 100 Persen Rampung, KRL ke Cikarang Masih Dihentikan
-
Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?