Suara.com - Ketua Forum Warga Jakarta Azas Tigor Nainggolan melaporkan Menteri Koordinantor Politik dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno ke Bareskrim Mabes Polri karena dianggap menghina rakyat Indonesia.
Menurut Tigor, kasus penghinaan Tedjo mirip dengan penghinaan mahasiswi S2 Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Florence Sihombing yang menghina masyarakat Yogyakarta via sosial media..
Berkaca dengan kasus itu, Azas Tigor mengatakan semestinya polisi sudah bertindak. Polisi harus memeriksa Tedjo dan memperlakukan hal yang sama seperti kasus Florence.
"Menurut Analisis kami ini sebuah penghinaan. Sama saja sepeti yang di Yogya. Yang di Yogya, polisi sigap langsung yah. Seharusnya sigap. Kemarin, kami tunggu. 1-2 hari kok nggak ada reaksi, mungkin nunggu laporan rakyat Indonesia yang jelas," kata pengamat transportasi itu di Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Senin (26/1/2015).
Tigor datang bersama ketujuh kolega pengacara. Dia mengaku pelaporan itu mengatasnamakan pribadi, bukan organisasi. Dia sudah mengumpulkan bukti-bukti dokumen peliputan media yang memberitakan komentar Tedjo.
"Saya ada di KPK Jumat (23/1) malam. Saya sebagai lawyer dan aktivis pemberantasan korupsi. Saya merasa terhina. Bukti-buktinya berupa dokumen peliputan kalian dan foto saya di KPK Jumat malam itu," katanya kepada wartawan.
Soal pasal dugaan pelanggaran, Tigor menyebut Tedjo melanggar pasal penghinaan.
"Nanti pasalnya dari Bareskrim sendiri yang memberikan. Kalau kami ajukan 310, 311 KUHP Pidana," tutup Tigor.
Saat itu, Florence dijerat dengan Undang-undang nomor 2 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik. Di Path, Florence menulis "Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja" saat mengantre di SPBU Lempuyangan di Yogya. Atas aksinya itu, dia 'dibully' di media sosial. Polisi pun menahannya, meski Florence sudah meminta maaf. (Pebriansyah Ariefana)
Berita Terkait
-
Menko Polhukam Sebut Karhutla Masuk Isu Keamanan Nasional
-
Mahfud MD Buka Suara Soal Janji Prabowo Berantas Korupsi : Serius Itu, Bukan Omon-omon
-
Baru 2 Hari Menjabat, Menteri Desa Sudah Kena Tegur Mahfud MD Gegara Surat Undangan
-
Mahfud MD Mengaku Sedih Lihat Reaksi Rakyat Jelang Jokowi Lengser
-
Beda dengan SBY dan Megawati, Mahfud MD Sedih Lihat Reaksi Rakyat Jelang Jokowi Lengser
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya
-
Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA