Suara.com - Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mengoptimalkan kamera tersembunyi atau "circuit closes television" (CCTV) milik Korps Lalulintas (Korlantas) Mabes Polri guna memantau arus lalu lintas kendaraan.
"Korlantas (Mabes Polri) memiliki 180 kamera CCTV ada 59 kamera di antaranya dipasang di wilayah DKI Jakarta, namun lima kamera rusak sehingga 54 unit yang beroperasi," kata Kepala Urusan Teknologi dan Informasi TMC Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi Budi Harsono di Jakarta, Sabtu (14/2/2015).
Selain di Jakarta, Budi menyebutkan CCTV milik Korlantas Mabes Polri tersebar di Jawa Barat sebanyak 64 unit, Jawa Tengah (33 unit) dan Jawa Timur (24 unit).
Budi menuturkan berdasarkan pantauan kamera tersembunyi itu pihak kepolisian dapat menempatkan petugas untuk mengatur kepadatan lalu lintas kendaraan.
Budi menambahkan sejauh ini TMC Polda Metro Jaya dibantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memasang 63 kamera CCTV di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Namun kamera tersembunyi milik Pemprov DKI Jakarta itu mengalami gangguan teknis sejak dua pekan lalu sehingga tidak dapat diakses memantau arus lalu lintas kendaraan.
Hingga Jumat (13/2) kemarin, petugas TMC Ditlantas Polda Metro Jaya tidak dapat mengakses seluruh CCTV milik Pemprov DKI Jakarta itu.
"Informasinya memang mengalami gangguan sehingga tidak ada koneksi ke signail setiap CCTV," ujar Budi.
Guna mengatasi hal itu, petugas TMC Polda Metro Jaya memanfaatkan akses CCTV milik Korlantas Mabes Polri. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini
-
Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang
-
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan