Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kaget ketika mendengar ada game berjudul Dana Siluman yang bisa diunduh di Android PlayStore. Entah disengaja atau cuma kebetulan, nama game ini sama dengan perjuangan Ahok selama ini, menghilangkan dana siluman di APBD 2015 sebesar Rp21,1 triliun.
Yang membuat Ahok kaget lagi, di game tersebut wajahnya juga muncul.
"Bagus dong. Kok ada gambar saya? Dana siluman. Siapa yang bikin ya? Di Android," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/3/2015).
Setelah Ahok diberitahu cara download dan cara memainkan game tersebut, ia langsung tertarik.
"Menarik juga, aku mau suruh anak saya download," Ahok menambahkan.
Game itu muncul seiring dengan perjuangan Ahok melenyapkan angka Rp12,1 triliun di APBD 2015, dimana angka ini tiba-tiba muncul dan Ahok menduga ini titipan.
Kehadiran game tersebut diprakarsai oleh Vorir Studio. Saat berita ini diturunkan, baru diunduh 50 kali. Dalam deskripsi, game Dana Siluman merupakan game yang mengandung unsur edukasi untuk membuat orang menjadi lebih teliti dan cermat dalam setiap mengambil keputusan.
Ketika wartawan suara.com mencoba memainkannya, di sana terdapat puluhan pertanyaan berupa harga barang dengan nominal harga yang standar beredar di pasaran.
Contohnya, harga kulkas Rp1 juta (benar) dengan kulkas harga Rp1 miliar (salah) atau harga kasur Rp500 juta (salah) kulkas Rp1 juta (benar). Jika memilihnya benar, poin akan terus bertambah dan jika salah akan muncul tikus yang membawa sebuah karung berisikan uang.
Penasaran untuk memainkannya? Unduh di #DanaSiluman di Playstore.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang