Suara.com - Bahan baku gantungan kunci boneka Haji Lulung tergolong mewah. Bahan bakunya didatangkan dari Eropa, yaitu Jerman.
Penjualnya adalah Evriz Souvenir and Craft di toko online, tokopedia.com.
Pemilik Evriz Souvenir and Craft, Iwan mengatakan gantungan kunci boneka berbentuk diri Haji Lulung itu dijual seharga Rp 220 ribu perbuah. Boneka itu hanya diproduksi sebanyak 30 buah.
Gantungan kunci itu terbuat dari clay yaitu sejenis tanah liat yang bisa dibentuk berbagai macam bentuk. Sementara clay yang digunakan adalah polymer clay yang diimpor dari Jerman.
"Kita jenisnya polymer clay import dari Jerman. Clay itu dijual per 30 gram biasanya. Kita langsung dapat dari distributor," jelas Iwan saat dihubungi suara.com, Kamis (12/3/2015).
Iwan menjelaskan, gantungan kunci boneka Haji Lulung itu dibuat langsung menggunakan tangan, bukan dicetak. Bahkan normalnya, 1 gantungan kunci Haji Lulung dibuat selama 1 hari oleh 1 orang.
"Tapi waktu itu saya minta semua gerak, untuk membuat boneka itu. Besoknya langsung dijual 30 buah itu," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik