Suara.com - Pimpinan DPR menyatakan tidak akan bersikap dalam penanganan kisruh Fraksi Golkar. Menurut Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, dari hasil rapat pimpinan (Rapim) DPR hari ini, pimpinan DPR tidak bisa bersikap.
Pimpinan DPR, sambung Agus, menyerahkan kepada Badan Musyawarah (Bamus) untuk membuat struktur sebagai pengantar dalam rapat paripurna yang direncanakan digelar pada Selasa (7/4/2015) pekan depan.
"Pimpinan tidak ambil keputusan, hanya mengagendakan ke Bamus. Bamus akan membuat agenda nanti, (supaya) lebih terstruktur dalam paripurna nanti," ujar Agus, seusai Rapim DPR, Jakarta, Selasa (31/3).
Namun menurut Agus pula, kisruh Fraksi Golkar ini perlu melihat kepada landasan hukumnya yaitu UU Partai Politik. Sebab, dia menganggap perkara ini merupakan perkara politik sekaligus juga hukum.
Lebih jauh, dia menyebut bahwa fraksi bukanlah alat kelengkapan dewan (AKD), dan karenanya tidak bisa diputuskan oleh pimpinan DPR. Oleh karena itu menurutnya, hal ini perlu dibawa ke paripurna untuk menyikapinya.
"Kita lihat undang-undang, bahwa fraksi bukan alat kelengkapan dewan. Sehingga masalah hal yang berkaitan dengan fraksi, bukan kewenangan pimpinan dewan. Kita kembali ke UU Partai Politik," tegasnya.
Agus melanjutkan, di rapat paripurna tersebut nantinya akan terlihat dinamika soal penanganan kisruh fraksi ini. Namun politisi Partai Demokrat ini tidak mau berandai-andai jika nantinya anggota DPR akan melakukan voting untuk memberikan keputusan soal kisruh Golkar tersebut.
"Semua dinamika hanya (akan) terjadi di paripurna," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!