Suara.com - Seorang jurnalis perempuan Malaysia, Aisyah Tajuddin, diancam diperkosa setelah membuat video kritikan ringan terkait Partai Islam seMalaysia (PAS) yang mendukung penerapan hukum Islam di Negara Bagian Kelantan, Malaysia.
Aisyah mengunggah video berdurasi sekitar satu setengah menit ke Youtube dengan judul ‘Hudud is periuk nasi’.
Dalam video itu dia mengkritik sekaligu berguyon soal hukum hudud sejak diberlakukan di Negara Bagian Kelantan, yang terletak di pulau Kalimantan.
Aisyah juga mempertanyakan sikap PAS yang bisa menyebut dirinya tak beriman dengan pemberlakuan hukum Hudud.
Salinan video itu juga tersebar di jejaring sosial Facebook dan dilihat hampir satu juta netizen.
Sejak tersebar di facebook itulah, Aisyah yang kini menjadi sasaran polisi atas kejahatan penodaan agama, langsung menuai hujatan dan kecaman.
Salah satu yang mengecamnya bahkan mengancam akan memperkosanya jika bertemu di jalan. Dia juga bahkan diancam akan ditembak.
“Tunggu sampai saya memperkosa kamu perempuan,” ancam salah seorang netizen di Youtube.
“Kalau Anda ada di hadapan saya, saya akan menembak kepalamu,” ancam netizen lainnya.
“Siapa yang menghina hukum Allah, darah mereka halal dibunuh,” seru pengancam lainnya.
Seperti dilansir Independen, sebagian orang memang menyebut video itu keliru meski juga sekaligus mengatakan kalau ancaman itu juga tak kalah berlebihannya.
Sementara BFM Radio yang menggungah video itu langsung menarik video itu dari akun mereka sehari setelah materinya menuai kecaman. (Independent)
Berita Terkait
-
Biarawati Diperkosa, Kardinal India: Jangan Cuma Lindungi Sapi
-
Cabuli Remaja SMA, Sopir Angkot Dibekuk Polisi
-
Kasus Pemerkosaan Keji Biarawati Tua, Polisi Sudah Tahan 8 Orang
-
Biarawati Korban Pemerkosaan Cedera Parah dan Harus Dioperasi
-
"Cipika-cipiki" dengan Lelaki, Aktris Cantik Terancam Hukum Cambuk
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan