News / Internasional
Sabtu, 04 April 2015 | 06:41 WIB
Al quran

Suara.com - Seorang jurnalis perempuan Malaysia, Aisyah Tajuddin, diancam diperkosa setelah membuat video kritikan ringan terkait Partai Islam seMalaysia (PAS) yang mendukung penerapan hukum Islam di Negara Bagian Kelantan, Malaysia.

Aisyah mengunggah video berdurasi sekitar satu setengah menit ke Youtube dengan judul ‘Hudud is periuk nasi’.

Dalam video itu dia mengkritik sekaligu berguyon soal hukum hudud sejak diberlakukan di Negara Bagian Kelantan, yang terletak di pulau Kalimantan.

Aisyah juga mempertanyakan sikap PAS yang bisa menyebut dirinya tak beriman dengan pemberlakuan hukum Hudud.

Salinan video itu juga tersebar di jejaring sosial Facebook dan dilihat hampir satu juta netizen.

Sejak tersebar di facebook itulah, Aisyah yang kini menjadi sasaran polisi atas kejahatan penodaan agama, langsung menuai hujatan dan kecaman.

Salah satu yang mengecamnya bahkan mengancam akan memperkosanya jika bertemu di jalan. Dia juga bahkan diancam akan ditembak.

“Tunggu sampai saya memperkosa kamu perempuan,” ancam salah seorang netizen di Youtube.

“Kalau Anda ada di hadapan saya, saya akan menembak kepalamu,” ancam netizen lainnya.

“Siapa yang menghina hukum Allah, darah mereka halal dibunuh,” seru pengancam lainnya.

Seperti dilansir Independen, sebagian orang memang menyebut video itu keliru meski juga sekaligus mengatakan kalau ancaman itu juga tak kalah berlebihannya.

Sementara BFM Radio yang menggungah video itu langsung menarik video itu dari akun mereka sehari setelah materinya menuai kecaman. (Independent)

Load More