Suara.com - Ahmad Masyhur (23), merupakan salah satu mahasiswa asal Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Darululu Masyiah, Yaman. Ia hari ini tiba di Tanah Air setelah dievakuasi pemerintah setelah terjadi peperangan di Yaman.
Masyhur dan teman-temannya disambut Kementerian Luar Negeri di Common Lounge, Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (5/4/2015). Ahmad bercerita selama ini ia was-was dengan dampak konflik di Yaman.
"(Kondisi) berbeda-beda, tempat saya (tinggal) perang hanya terjadi di malam hari, di provinsi Hudaidah," ujarnya.
Masyhur menambahkan keadaan yang paling parah terjadi di Ibu Kota Yaman. Di sana, kata Masyhur, setiap hari selalu terjadi kontak senjata, baik udara maupun darat.
"Di beberapa kota, terutama Ibu Kota Yaman itu serangan siang hari malam hari engga ada waktu jeda. Kalau di Hudaidah malam hari saja. Di beberapa tempat vital yang udah dikuasai oleh pemberontak," kata dia.
WNI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini lega setelah kembali ke Tanah Air. Terutama orang tuanya yang selama ini sangat khawatir.
"Dari kedutaan Indonesia emang menyuruh pulang dan dari kami sendiri juga mau engga mau keadaan harus pulang. Orangtua juga nyuruh pulang," kata dia.
Menurut data Kementerian Luar Negeri sejauh ini pemerintah Indonesia baru berhasil mengevakuasi 792 WNI dari Yaman.
"Januari ada 332 WNI yang diselamatkan, kemudian Februari 148, sekarang 302 ada di Jisan dan akan dievakuasi ke Muscat. Total yang sudah dievakuasi (sejauh ini) 792 orang," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal
-
Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee
-
KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!
-
Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?
-
KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul
-
'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung