Ilustrasi akses wifi di bandar udara (Shutterstock).
Government Accountability Office (GAO) Amerika Serikat menyatakan fasilitas internet WiFi di pesawat membayakan penerbangan. Sebab WiFi bisa menjadi sarana aksi terorisme.
Seorang teroris bisa meretas sistem pesawat dan mengendalikannya. Sehingga pesawat pun bisa dijatuhkan. Teroris bisa mengambil alih kontrol kokpit.
Sehingga menurut GAO modernisasi pesawat dengan memberikan fasilitas WiFi bisa mencelakakan penumpang. Federal Aviation Administration (FAA) harus menanggapi temuan GAO ini.
Pejabat Komisi Transportasi DPR Amerika Serikat, DeFazio menyatakan peretasan sistem pesawat lewat WiFi adalah hal terburuk yang bisa saja terjadi. Seorang teroris meretas sistem pesawat dengan mengakses lewat kabin.
"Itu kerentanan serius, dan FAA (Federal Aviation Administration) harus bekerja cepat untuk memperbaiki masalah," kata DeFazio.
Sementara itu FAA menyatakan avionik beroperasi sebagai unit mandiri di kokpit. Avionik tidak terhubung ke sistem yang sama yang digunakan oleh penumpang untuk menonton film atau menggunakan laptop.
"Menurut para ahli cybersecurity yang kami wawancarai, konektivitas internet di kabin harus dianggap sebagai hubungan langsung antara pesawat dan dunia luar," kata laporan FAA.
Hanya saja Administrator FAA Michael Huerta sepakat dengan temuan GAO. Sehingga FAA akan mulai bekerja dengan para ahli keamanan pemerintah termasuk Badan Keamanan Nasional untuk mengidentifikasi temuan tersebut. (dailymail)
Seorang teroris bisa meretas sistem pesawat dan mengendalikannya. Sehingga pesawat pun bisa dijatuhkan. Teroris bisa mengambil alih kontrol kokpit.
Sehingga menurut GAO modernisasi pesawat dengan memberikan fasilitas WiFi bisa mencelakakan penumpang. Federal Aviation Administration (FAA) harus menanggapi temuan GAO ini.
Pejabat Komisi Transportasi DPR Amerika Serikat, DeFazio menyatakan peretasan sistem pesawat lewat WiFi adalah hal terburuk yang bisa saja terjadi. Seorang teroris meretas sistem pesawat dengan mengakses lewat kabin.
"Itu kerentanan serius, dan FAA (Federal Aviation Administration) harus bekerja cepat untuk memperbaiki masalah," kata DeFazio.
Sementara itu FAA menyatakan avionik beroperasi sebagai unit mandiri di kokpit. Avionik tidak terhubung ke sistem yang sama yang digunakan oleh penumpang untuk menonton film atau menggunakan laptop.
"Menurut para ahli cybersecurity yang kami wawancarai, konektivitas internet di kabin harus dianggap sebagai hubungan langsung antara pesawat dan dunia luar," kata laporan FAA.
Hanya saja Administrator FAA Michael Huerta sepakat dengan temuan GAO. Sehingga FAA akan mulai bekerja dengan para ahli keamanan pemerintah termasuk Badan Keamanan Nasional untuk mengidentifikasi temuan tersebut. (dailymail)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
-
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng Program MBG di Ciputat Positif Sabu dan Ekstasi
-
Pelajaran Kepemimpinan Perempuan dari Angela Tanoesoedibjo: Hadir, Mendengar, dan Bertumbuh Bersama
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis
-
Adolescence: Drama Kriminal yang Membongkar Sisi Gelap Remaja dan Internet
-
Viral Bendera Merah Putih Terpasang Setengah Tiang Jelang HUT RI di Tasikmalaya, Ini Faktanya