Suara.com - Kecelakaan empat kendaraan di jalan tol Angke arah Bandara Soekarno-Hatta kilometer 17.800, Selasa (5/5/2015) sekitar jam 03.48 WIB tadi, mengakibatkan seorang warga bernama Kusniati yang berada di bawah kolong jembatan terkena dampak tumpahan zat kimia yang bocor dari truk tangki. Kusniati meninggal dunia.
Ia sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk divisum.
Menurut informasi Traffic Management Center Polda Metro Jaya kendaraan yang terlibat kecelakaan, yakni truk kontainer nomor polisi B 9107 BEH, truk tangki L 8370 UN, taksi B 1431 KTH, dan Nissan Livina B 1416 SQP.
Petugas operator radio trunking Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Inspektur Polisi Satu Darno menjelaskan sebelum kejadian, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan datang dari arah Slipi menuju Pluit.
"Truk tangki L 8370 UN yang sedang berjalan di lajur kiri ditabrak oleh truk kontainer B 9107 BEH. Akibat ditabrak, truk tangki alami kebocoran dan muatan asam sulfat tumpah ke jalan. Saat bersamaan datang kendaraan Taxi B 1431 KTH dari arah yang sama, karena kaget lalu membuang kemudi dan bersenggolan dengan Nissan Livina B 1416 SQP," kata Sarno.
Pada waktu itu, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dari kecelakaan lalu lintas. Kasus tersebut kemudian ditangani Satuan PJR dan Unit Laka Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Tapi tak lama kemudian muncul laporan baru lagi, yakni seorang warga yang berada di bawah jalan layang terkena cairan kimia.
Kepala Unit Laka Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Rahmat Dalizar saat dihubungi mengatakan setelah mendapatkan laporan, petugas polisi datang ke tempat kejadian perkara.
"Kita ke TKP, dia (korban) sudah dibawa ke Atmajaya, lalu diarahkan ke RSCM untuk visum et repertum," kata Rahmat.
Rahmat belum tahu persis kondisi korban. Menurut Rahmat, korban tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Mengenai jenis zat kimia yang tumpah dari truk tangki, Rahmat belum dapat memastikannya.
"Saya belum selidiki karena pengemudinya baru kita jemput dari Jagorawi, Kampung Makassar, kita belum adakan berita acara. Nanti kita akan tanyakan, dibawa darimana dan lain-lain. Kan itu biasanya tertulis di surat jalan," kata Rahmat.
Rahmat menjelaskan truk tangki yang muatannya bocor, kena sodokan truk trailer di pojok sebelah kiri.
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus