- Anggota Komisi III DPR Benny K Harman mendukung Polri mengusut tiga kasus korupsi besar secara transparan dan akuntabel.
- Polri diminta menuntaskan penyidikan tanpa intervensi politik maupun motif balas dendam serta mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
- Presiden Prabowo diminta menengahi potensi konflik antarlembaga penegak hukum agar agenda pemberantasan korupsi tetap berjalan secara optimal.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman mendukung langkah Polri mengusut tiga perkara dugaan korupsi besar yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Namun, ia mengingatkan agar proses penegakan hukum benar-benar dilakukan demi keadilan, bukan dipengaruhi kepentingan politik maupun motif balas dendam.
"Kami menyambut baik upaya penegakan hukum yang dilakukan Polri. Tapi harus diingat, pengusutan kasus ini harus murni untuk penegakan hukum, bukan karena motif balas dendam atau karena politik," kata Benny kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Politikus Partai Demokrat itu meminta Polri tidak hanya mengungkap pelaku di permukaan, tetapi juga menelusuri seluruh pihak yang terlibat beserta pola kejahatan yang digunakan.
"Dan penting sekali untuk Polisi menemukan semua pihak yang terlibat dalam kasus-kasus ini. Termasuk pola dan modus kejahatan yang dimainkan oleh para pelaku," tuturnya.
Di tengah penyidikan tersebut, Benny juga menyoroti munculnya berbagai spekulasi yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Spekulasi itu muncul setelah beredar informasi mengenai pengamanan TNI di kediaman Febrie dan kabar ditemukannya foto keluarga yang diduga milik Jampidsus di salah satu lokasi penggeledahan Polri.
Menurut Benny, situasi tersebut harus segera dijelaskan kepada publik agar tidak berkembang menjadi spekulasi liar.
"Harus ada kejelasan mengenai hal ini. Baik Kejagung maupun TNI juga harus memberikan penjelasan yang masuk akal dan bertanggung jawab soal pengamanan oleh TNI di rumah seorang pejabat,” ungkap Benny.
Baca Juga: Kejagung Respons Penggeledahan Cafe De'Klan dan Rumah di Sentul, Tunggu Hasil Penyidikan Polri
Ia juga mengingatkan agar proses penyidikan tidak dibingkai sebagai rivalitas antara Polri dan Kejaksaan. Yang terpenting, kata Benny, adalah penegakan hukum yang adil dan bebas dari intervensi.
"Di sini Polri dituntut untuk menunjukkan integritas kepada masyarakat. Polri harus bisa menunjukkan keadilan dalam penegakan hukum," tegasnya.
Benny menilai, karena perkara tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, proses hukumnya harus dijalankan secara transparan dan akuntabel.
Ia mengingat pesan Presiden saat peringatan Hari Bhayangkara agar hukum tidak tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas.
"Seperti yang disampaikan Presiden pada HUT Polri kemarin, bahwa Indonesia harus menjunjung tinggi penegakan hukum untuk melindungi dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Benny.
"Siapapun yang terlibat korupsi harus dan wajib bertanggung jawab secara hukum," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ke mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan
-
Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
-
Tarik-tarikan HP dengan Tentara di Kejagung, Wartawan Tempo Alami Intimidasi dan Trauma
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
Sempat Dijaga Ketat Brimob, Situasi Mabes Polri Kamis Malam Kini Terpantau Normal
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan