Suara.com - Tim Indonesia Peduli Nepal (IPN) berhasil mendirikan rumah sakit lapangan (RSL) di daerah Satunggal, sekitar 45 menit menggunakan mobil dari pusat Kota Kathmandu, Selasa (5/5/2015).
Rumah Sakit Lapangan Indonesia Peduli Nepal (RSL IPN) telah selesai didirikan pada Selasa, dan saat ini tengah dilakukan finalisasi untuk menempatkan peralatan.
Peresmian pembukaan RSL IPN dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal Iwan Wiranata-atmadja yang juga sempat mencoba tempat tidur lipat di rumah sakit tersebut.
Dubes Iwan didampingi Konsul Kehormatan RI untuk Nepal Chandra Prasad Dhakal, Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjunan Tambunan, dan Direktur RSU Kantipur Buddhi Man Shrestha kemudian meninjau tenda RSL yang berukuran 96 meter persegi tersebut.
RSL IPN dibangun berdasarkan standar rumah sakit darurat internasional yang dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang pasca-operasi dengan alat-alat medis lengkap dan obat-obatan memadai.
Selain itu, RSL IPN juga memiliki rumah sakit rujukan, yakni RSU Kantipur yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Tenda RSL IPN, peralatan medis dan obat-obatan yang secara total berbobot empat ton, merupakan bagian dari paket kemanusiaan RI untuk Nepal yang dikirim menggunakan pesawat sewaan Garuda Indonesia dan tiba di Kathmandu 1 Mei lalu.
Pendirian RSL IPN membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk ukuran keadaan darurat, yakni empat hari, karena tim RI harus berkoordinasi dengan beberapa otoritas Nepal sekaligus, antara lain Kementerian Kesehatan dan Militer Nepal.
Meskipun demikian, tim IPN langsung bekerja dengan cepat untuk mendirikan RSL begitu izin diberikan otoritas Nepal. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi