Suara.com - Jurnalis dilarang mengambil gambar petugas Dinas Sosial yang mengunjungi Nasiran (14) dan ibunya di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Nasiran adalah bocah berkelakuan ganjil asal Desa Ie Mirah, Kabupaten Aceh Barat Daya. Nasiran dan ibunya bisu. Selain bisu, ibu dari Nasiran juga rabun. Sementara Nasiran menderita gizi buruk. Ditambah lagi, Nasiran memiliki perilaku yang tidak lazim untuk anak seusianya. Yang membentuk perilaku Nasiran sekarang ialah karena selama ini tak pernah berinteraksi secara sosial. "Haaa... haaa... aaa." Hanya seperti itu yang bisa disampaikannya.
Larangan disampaikan pegawai RSUZA Banda Aceh ketika para jurnalis mengikuti rombongan dari Dinas Sosial yang menuju ke kamar isolasi I, Ruang Seurune I, tempat Nasiran dirawat.
Menurut pegawai RSUZA, pengambilan gambar dilarang karena melanggar kode etik rumah sakit.
Pantauan suara.com, sesaat sebelum rombongan Dinas Sosial masuk ke dalam ruang isolasi, para pegawai rumah sakit terlihat kelabakan. Seluruh ruangan tempat Nasiran dirawat langsung dibersihkan dan dirapikan.
Kemudian, Nasiran cepat-cepat dimandikan, dipakaikan pakaian, bahkan diolesi bedak.
Para petugas rumah sakit juga memakaikan jilbab kepada ibu Nasiran sehingga keduanya terlihat rapi dan bersih.
Karena petugas rumah sakit menyiapkan pasien dan ruangan, orang Dinas Sosial sempat tertunda sekitar 30 menit untuk bertemu.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Al Hudri, sesaat sebelum masuk ke ruangan isolasi mengatakan datang ke RSUZA setelah mendapat perintah langsung dari Gubernur Aceh Zaini Abdullah.
"Setelah hal ini gencar menjadi pemberitaan, kita diperintah Gubernur untuk memantau langsung kondisi keduanya, sambil membawa sejumlah bantuan," kata Al Hudri yang didampingi anggota Komisi I DPR Aceh, Bardan Sahidi.
Menurut Al Hudri, pemerintah Aceh siap bertanggung jawab penuh atas masalah ibu dan anak itu. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kelanjutan penanganan kesehatan mereka.
"Ini kita pulihkan dulu. Setelah dia sehat, baru kita lakukan langkah lanjutan. Yang pasti kita akan bertanggung jawab atas keduanya," ujarnya.
Wakil Direktur Penunjang Medis RSUZA, Nurnikmah, saat bertemu rombongan Dinas Sosial langsung menyikapi persoalan kunjungan dan pelarangan liputan wartawan.
Menurutnya, wartawan dilarang meliput ke dalam RS karena bisa mengganggu ketenangan pasien.
"Kita juga terkejut, (rombongan Dinsos) datang nggak bilang-bilang. Di samping itu, kita di rumah sakit memang tidak boleh adik-adik wartawan meliput langsung ke pasien, itu, kan memang ada tata tertibnya, etikanya, izinnya, karena memang tidak semua pasien kita mau diliput," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?