Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan butuh Rp254 triliun untuk pembenahan akses air minum di seluruh daerah di Indonesia.
"Melalui program 100-0-100, pada 2019 ditargetkan akses air minum mencapai 60 persen. Dan kita butuh dukungan dana," kata Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M Nasir, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/5/2015).
Disebutkan Nasir, dana APBN yang dialokasikan untuk akses air bersih hanya sekitar 20 persen dari total dana yang dibutuhkan. Rinciannya yakni yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya sebesar Rp33,9 triliun, serta melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp18 triliun.
Untuk itu, pihaknya menurut Nasir, mendorong adanya sumber dana lain, agar program tersebut dapat terealisasi. Sumber dana lain itu di antaranya dari BUMN, serta dari dana hibah APBN yang anggarannya berada di Kementerian Keuangan.
"Sebenarnya dana yang ditawarkan Kementerian Keuangan sebesar Rp2 triliun. Tetapi karena program cukup kaku, maka kita diberi Rp500 miliar dana hibah untuk air minum," paparnya.
Kemudian, masih menurut Nasir, pendanaan lain adalah dalam bentuk pinjaman subsidi dari perbankan, yang diatur dalam Perpres 29 tahun 2009 tentang Pemberian Jaminan Dan Subsidi Bunga Oleh Pemerintah Pusat Dalam Rangka Percepatan Penyedia Air Minum.
"Sudah ada sebelas PDAM mengikuti program tersebut. Namun sayangnya, Perpres tersebut selesai pada 2014. Kami sedang mengupayakan agar Perpres tersebut diperpanjang," tuturnya.
Untuk mengisi pendanaan yang cukup besar, sumber pendanaan lain menurut Nasir, juga berasal dari CSR pihak swasta yang nilainya mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Lainnya, mereka juga menggunakan dana sukuk ritel 007, demi dapat mempercepat akses air minum di seluruh Indonesia. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi