Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursydan Baldan menggelar rapat dengan Komisi II DPR. Dia datang untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementeran Negara/Lembaga (RKA K/L) dan
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementeran Negara/Lembaga.
"Pagu anggaran tahun anggaran 2016, anggaran kami naik dari Rp5,2 jadi Rp7,6 triliuin. Nah kenaikan itu jangan dibagi rata pada semua bidang program, tapi harus ada prioritas, jadi terasa," ujar Ferry di DPR, Jakarta, Kamis malam (4/6/2015).
Selain membahas anggaran, dia juga akan memaparkan soal program rencana kerja kementeriannya. Salah satu program andalannya adalah penyediaan lahan untuk pelaksanan program pembangunan. Program ini dia sebut reformasi agrariia.
"Program pembangunan ini menggunakan pendekatan segmentasi masyarakat, terutama pada desa. Di mana akan ada penambahan bagi desa dengan program reformasi agraria," papar Ferry.
Selain itu, dia juga tengah mempersiapkan penyediaan lahan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Program ini, bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk digunakan pembangunan infrastruktur.
"Seperti penyediaan lahan untuk pembangunan jalan. Seperti jalan tol," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Ferry menyampaikan, pemerintah tengah melakukan kajian pemberian pajak progresif untuk lahan kosong di daerah premium. Rencana ini muncul untuk mendorong pemanfaatan lahan untuk menambah meningkatkan pajak.
"Ketika kita melihat lahan yang tidak termanfaatkan di daerah premium, saya pikir ada baiknya kita berikan semacam punishment untuk adanya PBB progresif, dikenakan pajak lima kali misalnya," ujarnya.
Dia menambahkan, telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, kata Ferry, setuju meski belum ada pembicaraan serius.
"Kita sudah bicara dengan menkeu dan setuju, walau kita belum bicara lebih lanjut," kata dia.
Ferry menerangkan, lahan kosong di lokasi premium yang dimanfaatkan ini akan secara otomatis juga akan memberi dampak pada terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
"Jadi semangatnya adalah jangan ada pihak yang menyia-nyiakan. Ketika ada tanah di daerah premium, kita tahu itu mahal tapi tidak dimanfaatkan, itu kan penyia-nyiaan," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini
-
UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!
-
Camila Mendes Akui Mentalnya Sempat Terpuruk saat Syuting Serial Riverdale
-
Berapa Harga Motor Bebek Baru 2026? Intip Keunggulannya yang Bikin Matic Minder
-
Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam
-
Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile
-
4 Rekomendasi Lip Balm SPF 50, Perlindungan Maksimal untuk Bibir Tetap Lembap dan Cerah
-
John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?
-
4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet