Suara.com - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal Doni Monardo mengunjungi rumah Sersan Mayor Zulkifli, personel TNI AU yang menjadi korban tewas dalam perkelahian antaroknum TNI di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur.
"Danjen Kopassus berkunjung ke rumah duka untuk bersilaturahim dan di sana bertemu dengan istri almarhum," kata Kepala Penerangan Kopassus Mayor Inf. Achmad Munir dalam pernyataan yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.
Menurut Munir, dalam kesempatan tersebut Danjen Kopassus kembali menegaskan niatnya untuk mengangkat anak almarhum Serma Zulkifli, yang memiliki seorang putra, sebagai anak asuh dan membantu pendidikannya hingga mandiri.
"Anak almarhum mengaku bercita-cita menjadi tentara. Danjen pun menyatakan siap untuk membimbingnya demi mencapai keinginannya itu," ujar Munir.
Dalam kunjungan tersebut, Danjen Kopassus didampingi oleh Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Markas Besar TNI AU Kolonel Pnb M. Syafii, Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara Marsekal Muda Agus Munandar serta Asisten Intelijen Danjen Kopassus Letkol Inf A. Deddy Prasetyo.
Sebelumnya, Danjen Kopassus juga memberi santunan bagi keluarga korban sebesar Rp100 juta dan memastikan Kopassus akan menanggung seluruh biaya pengobatan anggota TNI AU lain yang masih dirawat di rumah sakit Ia pun telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota TNI AU dan keluarganya.
Perkelahian yang terjadi pada Minggu (31/5) dini hari melibatkan oknum anggota TNI AU dari Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, dengan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Akibat kejadian itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.
Peristiwa tersebut juga melukai Pembantu Letnan Dua Teguh Prasetyo, anggota Skadron Teknik (Skatek) 042 Madiun serta dua anggota TNI AU lainnya.
Tujuh anggota Kopassus telah ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
-
Desak Pemerintah Bersihkan Oligarki, GMKR Tuntut Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi
-
GMKR Nilai Indonesia Hadapi Krisis Kedaulatan, Oligarki Disebut Rampas Hak Rakyat
-
Kematian Kacab Bank: Polisi Tambah Pasal Pembunuhan, Tiga Anggota Kopassus Jadi Tersangka
-
Terkuak Dalam Rekonstruksi: Tiga TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab Bank, Siapa Saja?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2