Suara.com - Tabung elpiji kemasan 3 kilogram di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Terutama di kawasan selatan. Kelangkaan terjadi sejak sepekan terakhir di sejumlah agen maupun penyalur gas bersubsidi.
Kelangkaan gas elpiji kemasan 3 kilogram itu terjadi di Kecamatan Malingping, Cijaku, Cihara, Wanasalam, Bayah, Panggarangan dan Cibeber. Di tingkat pengecer harganya menembus Rp25.000/tabung. Semestinya, gas elpiji kemasan tiga kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp17.000/tabung.
"Kami sudah seminggu ini kesulitan untuk mendapatkan tabung gas elpiji kemasan tiga kilogram," kata Nurmanah, seorang ibu rumah tangga warga kecamatan malingping, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2015).
Akibat kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak. "Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji itu," katanya.
Menurut dia, kelangkaan gas elpiji itu hanya sehari melakukan operasi pasar yang digelar Hiswana dan pemerintah daerah. Saat ini belum ada lagi melakukan OP gas elpiji kemasan 3 kilogram.
"Kami mengeluhkan dengan kelangkaan gas elpiji itu setelah subsidi minyak tanah dihapus oleh pemerintah," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi menegaskan pihaknya akan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah agen dan distributor tabung gas untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Sebab khawatir kelangkaan di Lebak bagian selatan adanya penimbunan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Pelaksanaan Sidak bekerja sama dengan Polres Lebak untuk memantau langsung di setiap agen dan distibutor tabung gas di sejumlah wilayah.
"Jika elpiji kemasan tiga kilogram itu terjadi kelangkaan maka kami akan minta tambah kuota lagi ke Pertamina," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!