Agar kasus dana haji yang telah menyeret mantan Menteri Agama Suryadharma Ali tak terulang, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah memastikan siapa saja yang menjadi pengguna dari kuota haji yang jumlahnya sangat terbatas.
"Sejak tahun lalu kami, Kemenag, sudah dengan tegas dalam hal siapa saja yang boleh menggunakan kuota yang sangat terbatas, yakni hanya dua saja yaitu jemaah yang memang sudah antri selama bertahun tahun bahkan belasan tahun dan kedua petugas haji," kata Lukman di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2015).
Lukman menambahkan petugas haji yang dimaksud ialah mereka yang sudah memenuhi kualifikasi.
Itu sebabnya, Lukman memastikan Kementerian Agama di bawah kepemimpinannya tidak akan ada lagi kalangan yang memanfaatkan kuota tanpa harus mengantri terlebih dahulu.
"Ya petugas haji yang sudah ada aturannya memenuhi kualifikasi dan kriteria tertentu. Dan harus mengikuti pelatihan dan harus ada aturannya. Ada yang dari internal dan ada yang dari luar. Dan harus mengikuti seleksi yang ketat," kata Lukman.
Dia bersyukur pelaksanaan tahun 2014, tidak ada lagi orang yang memakai kuota tersebut di luar orang yang berhak memakainya.
"Sudah, alhamdulillah tahun lalu sudah tidak ada satupun di luar jamaah dan petugas yang menggunakan kuota. Alhamdulillah tahun ini dan kedepan mudah-mudahan lancar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi