Suara.com - Petugas keamanan di komplek Mediterania Regency Bekasi mengaku tidak mengetahui kalau Afif Julian Miftah, yang mendapat ancaman teror, berprofesi sebagai salah seorang penyidik KPK.
"Sebelum kejadian ini mah saya nggak tahu kalau dia (Afif) orang KPK. Saya mah tahunya ya dia warga aja, nggak keciri kalau dia penyidik KPK," ungkap Adum seorang petugas keamanan kepada Suara.com di Bekasi, Selasa (7/7/2015).
Hal senada juga diungkapkan seorang petugas keamanan lain bernama Samsuri. Dia mengatakan kalau petugas keamanan tahu Afif seorang penyidik KPK, maka petugas akan lebih memperketat penjagaan rumahnya.
"Ya kalau kita tahu, kita juga pasti memperketat penjagaan di rumah pak Afif, soalnya kan orang KPK itu risikonya besar," ujar Samsuri.
Mereka berharap dengan adanya kejadian yang menimpa Afif, maka personil petugas keamanan komplek akan ditambah.
"Saya sih maunya keamanan ditambah ya, tapi itu kan balik lagi ke kordinator. Selama ini satu shift petugas keamanan ada tujuh orang, dua orang jaga di gerbang (pintu masuk) dan lima di dalam untuk patroli keliling komplek," ujar Samsuri.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penyidik KPK Afif Julian Miftah sudah berkali-kali mendapat ancaman teror.
"Sebelumnya memang ada atau sudah pernah dikomunikasikan kepada pimpinan KPK, dimana ban mobilnya dikempesin pakai paku. Belum terlalu lama ini," kata Johan Budi di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2015).
Johan menambahkan suatu hari mobil penyidik juga pernah ditabrak orang tak dikenal.
"Sebenarnya bukan hanya baru kali ini ya, penyidik juga pernah mobilnya ditabraki. Namun, jangan dulu mengaitkannya dengan kondisi saat ini apalagi kalau terkait dengan penanganan perkara di KPK," kata Johan.
Berita Terkait
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
Bukan Cuma Raja Juli, Pejabat Kemenhut Diduga Ikut Terima Dolar dari Bupati Kuansing
-
Saksi Kasus KPP Banjarmasin Kembalikan USD 530 Ribu ke KPK, Diduga dari Wajib Pajak
-
Tak Terima Gubernur Riau Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut
-
Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026